summber ilustrasi : http://www.banggaberubah.com

Oleh : M Yaqub

Berawal dari perkembangan teknologi yang masiv, semua perilaku dan akhlak manusia berubah. Entah ini kebetulan atau memang sudah direncanakan oleh pemilik modal. Produsen melakukan banyak inovasi-inovasi tentang smartphone. Dulu yang hanya operasi sistemnya level ginger beard, jelly bean, sekarang sudah mencapai nougut yang merupakan level paling tinggi. Semakin tinggi level smartphone.

Bermain sosial media sekarang lebih digemari dari pada melakukan gerak tubuh yang membutuhkan energi. Tidak seperti dulu masih senang bergerak dan melakukan permainan tradisional. zaman sekarang semua anak-anak dipegangi smartphone oleh orang tuanya. Perilaku dan akhlak pun berubah drastis. Anak zaman dahulu bila di nasehati dan cepet mengerti, namun anak zaman sekarang susah dinasehati dan banyak melawan.

Anak zaman sekarang pulang sekolah buat status, bermain game dan hal lain yang berhubungan dengan sosial media. Fitur-fitur di sosial media memudahkan kita untuk mengekspresikan diri lewat dunia maya, tanpa harus berinteraksi secara langsung sama orangnya. Hal itu disadari atau tidak telah membuat perilaku baru yang buruk dan bisa menjadi penyakit bila berlebihan. facebook, twitter merupakan aplikasi sosial media yang banyak digemari oleh semua kalangan.

Namun aplikasi ini kurang mudah diakses karena tidak bisa untuk telephone atau video call. Berbeda dengan semacam Line, dan whatsaap, mereka memenuhi hal itu menjadi aplikasi teratas di playstore maupun appstoe di unduh banyak pengguna smartphone. Ada juga aplikasi sosial media yang beralih fungsi, yaitu instagram. Aplikasi ini muncul untuk para pengguna yang ingin menjual komoditi tertentu atau platform bisnis, tapi sekarang menjadi aplikasi yang semua unsur masuk seperti swafoto, kegiatan sehari-hari, dan memuat motivasi-motivasi.

Hal yang menjadi menarik adalah, sosial media mempunyai fitur untuk orang membaca postingan-postingan pengguna. Baik yang berbentuk like, love, dan lain-lain. Dari fitur-fitur tersebutlah pengguna berharap perhatian dari pengguna lain walaupun tidak saling kenal atau akrab di dunia nyata. Postingan-postingannya pun beragam ada yang alay, bermutu, dan galau-galauan.

Sekarang banyak pengguna yang salah dalam menggunakan media sosial. Mereka sudah terjebak dan mencintai dunia barunya yaitu sosial media. Hal ini menjadikan apa semua kegiatannya disebar luaskan ke sosial media tidak memikirkan apa dampak buruknya. Contoh baru-baru ini ada seseorang memposting tiket perjalananya ke sosial media, namun hal itu dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan memblokir pesanan tiket tersebut, akhirnya pengguna tersebut tidak bisa melanjutkan perjalananya. Masih banyak hal yang lain membuat pengguna merugi bila tidak bijak menggunakan sosial media.

Akhir-akhir ini berkembang pengguna sosial media berlomba-lomba untuk eksis di dunia maya. Hal-hal yang bagus dalam kegiatannya di posting di sosial media. Dari posting galau hingga kegiatan menarik seperti seminar dan diskusi. Di bulan ramadhan ini pengguna berlomba-lomba eksis dalam hal buka bersama dengan siapa dan kapan itu dilangsungkan. Kejadian ini membuat pengguna terjebak dengan fitur-fitur yang disediakan oleh sosial media. Tanpa sadar pengguna sudah terjangkit penyakit cari perhatian di sosial media.

Dunia nyata sudah tidak menarik lagi, sosial media adalah segalanya. Mereka akan kebingungan bila kuota data habis apalagi sedang ada acara yang bagus. Eksis di sosial media sudah seperti kewajiba melakukan shalat dalam agama Islam. Setiap mereka memposting selalu berharap ada yang like, love dan sebagainya. bila itu sudah terjadi pengguna merasa bahagia dan senang. Bila tidak ada yang merespon mereka memposting dan melakukannya lagi.

Dahulu cari perhatian dengan bekerja keras, melakukan yang terbaik, sekarang cukup eksis di sosial media dengan modal dua jempol sudah mendapatkannya. Semakin banyak pengguna memposting kegiatannya itu mennjukkan bahwa dia sedang mencari perhatian pengguna lain. Hati-hati lah bila mau terjangkit penyakit ini. kontrol menggunakan sosial media.apalagi ini bulan ramadhan pergunakan waktu untuk beribadah dari pada mengharap perhatian netizen.