“SUPORTER LAYAR KACA MERASA DI DALAM STADION”

0
220
sumber gambar : idwriters.com

Justisia.com – Kericuhan antar suporter layar kaca Manchester United dan Liverpool di acara nonton bareng MU VS Liverpool di Mal Tangcity, Tanggerang  pada Sabtu, (10/03/2018) malam. Kejadian itu menyebabkan 6 korban dalam harus dirawat. Masing-masing 3 orang dari suporter MU dan 3 orang  dari  suporter Liverpool sebagaimana diwartakan merdeka.com.

Insiden antar suporter layar kaca klub liga Inggris itu menjadi fenomena baru ditengah kejadian-kejadian tak terpuji suporter liga lokal di stadion.

Redaksi justisia.com mewawancarai Penulis Buku Merayakan Sepak Bola: Fans, Identitas, dan Media, Fajar Junaedi melalui aplikasi pengirim pesan, Whatsaap, Minggu (10/03/2018) sore. Ia melihat kejadian tersebut dari kacamata komunikasi antar suporter layar kaca. Berikut hasil wawancaranya.

 

Apakah banalitas fans yang datang ke stadion dengan layar kaca sama saja ?

Bisa jadi suporter layar kaca karena lebih dari mereka yang datang ke stadion. Tidak melihat semua yang terjadi di stadion. Mereka hanya melihat yang ada dilayar televisi.

Apakah perbedaan hiperealitas suproter layar kaca dengan suporter yang berkunjung di stadion ?

Tentu beda. Melihaat langsung di stadion lebih memiliki aura daripada nonton di televisi. Di stadion kita bisa melihat keseluruhan angle pertandingan. Sedangkan di layar televisi yang dilihat fans hanyalah sekedar apa yang dibingkar kamera televisi.

Apakah akan menular ke fans liga lokal ?

Biasanya nobar liga lokal hanya satu komunitas berbeda dengan liga asing

Bagaimana kekerasan suporter layar kaca persfektif ilmu komunikasi ?

Bentrok fans sepakbola yang berafiliasi pada klub asing, terutama klub sepakbola yang terjadi saat nonton bareng menunjukkan bagaimana hiperealitas yang terjadi dalam ilmu komunikasi massa. Suporter acara nonton bareng merasa mereka seolah berada di tribun stadion meskipun realitasnya mereka jauh dari tribun stadion dimana pertandingan berlangsung.

Apakah fans layar kaca ini hanya bermodal fanatisme saja ?

Tentang ini tentu saja butuh ruang riset untuk menjawabnya

Apakah insiden ini delusi fans layar kaca ?

Iya, hal dan bisa dilihat sebagai delusi yang dialami oleh fans layar kaca saat nobar

Apa dampak dari hiperealitas fans laya kaca ?

Kebanggan semu pada klub yang dipujanya banalitas dalam perilaku pun terjadi dalam bentuk agretifitas