Semak Subur Fasilitas Nganggur

0
334
Lapangan Voli bersama FSH dan FEBI di samping PKM bersama kampus 3 yang ditumbuhi suburnya semak belukar. Foto: Lessen.doc

Justisia.comRumput liar mengitari lapangan voli sebelah berukuran 20 meter dengan lebar 10 meter menjadi pemandangan asri. Fasilitas olahraga yang digarap awal tahun 2017, kini ilalang memenuhi areal di samping PKM Bersama FSH dan FEBI beralaskan pasir itu. Jaring-jaring pembatas mengelilingi tiga perempat lapangan mulai rusak.

Ide awal pendirian sarana olah raga, mendorong Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam bekerja sama dengan Fakultas Syariah dan Hukum, membuat lapangan voli baru. Lokasi lapangan baru di samping Gedung PKM FSH. Setelah beberapa bulan jadi kini lapangan yang menghabiskan dana puluhan juta terbengkalai dan tidak terawat begitu saja.

Saat dikonfirmasi, Wakil Dekan II FSH, Agus Nurhadi menyayangkan lapangan yang tidak terawat, karena telah mengeluarkan banyak biaya.

“Wah iya, padahal sudah keluar banyak uang,” jawabnya saat ditemui reporter justisia.com di ruang kerjanya, Selasa, (13/03/2017)

Senada dengan Wakil Dekan II FSH, Dema FSH 2017, Syarifuddin Fahmi dan Dema FEBI 2016, Syukron menyayangkan fasilitas yang telah disediakan oleh fakultas dan pengadaanya melalui iuran.

“Sayang sekali tidak ada perawatan,” jelasnya melalui pesan singkat, Rabu, (13/03/2017)

Agus Nurhadi, mengatakan bahwa terkait tanggung jawab perawatan dan pemakaian ada di Wakil Dekan III dan biaya pembuatan lapangan “iuran” dengan FEBI.

“Itu tanggung jawabnya Wakil Dekan III, kita sendiri sudah mengeluarkan uang dari fakultas. Pembuatan lapangannya (iuran) benar,” timpalnya lagi.

Saat ditemui di ruangannya, Wakil Dekan III, Mohammad Arifin menyampaikan, biaya untuk pembuatan lapangan FSH mengeluarkan 12 juta.

“Kita iuran dengan FEBI. Per fakultas 12 juta. Pada saat itu penangung jawab (pembangunan) dari FEBI, yaitu Jaya, Nasirudddin, dan Wakil Dekan III FEBI, Khoirul Anwar,” jelas pria asal Lamongan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/02/2017)

Saat kami konfirmasi ke Dema FSH 2017, Syarifuddin Fahmi, Dema FEBI 2016, Syukron dan Dema FEBI 2017, Faisal mengiyakan adanya iuran tersebut.

“Itu (pengelolaan) dilakukan bersama (FSH dan FEBI),” imbuh Arifin.

Lokasi lapangan pada awalnya adalah semak belukar dengan gundukan tanah yang tidak rata di sisi barat kampus 3. Soal suburnya rumput di lapangan, Arifin mengatakan dampak jarang di lakukan untuk latihan.

“Pertama yang dilakukan adalah pemerataan (tanah). Untuk membuat pelur (permanen) belum ada dana. Sehingga di kasih pasir. Rumput yang tumbuh dikarenakan (mahasiswa) kurang aktif latihan. Liburan panjang dan adanya hujan yang sering. Sehingga banyak rumput yang tumbuh,” imbuhnya lagi.

Pengamatan reporter justisia.com, selama bulan Oktober- Desember lapangan tersebut hanya digunakan sekali dalam seminggu pasca perhelatan Orsenik 2017.

UKM (Harus) Bertanggung Jawab

Dibuatnya lapangan baru dikarenakan lokasi lapangan yang sebelumnya digunakan area parkir oleh FEBI.

“Dulu itu lokasi lapangan FSH berada di depan Gedung G, akan tetapi karena digunakan parkir oleh FEBI. Sehingga dari pihak BINORA dan EBI SPORT meminta ganti,” tuturnnya Arifin

Soal tanggungjawab, Arifin berkilah bahwa semua menjadi kewajiban UKM.

“Lalu, tanggung jawab atas lapangan itu adalah UKM (BINORA dan EBI SPORT), Kesalahan untuk rumput liar itu merupakan dari UKM,” seloroh mantan Kaprodi Muamalah tersebut.

Saat konfirmasi Wakil Dekan III FEBI, Khoirul Anwar, Rabu (14/03), melalui aplikasi pengirim pesan, Whatshapp. Ia tidak bersedia merinci berapa biaya yang dihabiskan untuk pembuatan lapangan.

“Oh itu (biaya) jangan dikira-kira,” balasnya.

Hanya saja, seluruh biaya pembuatan akan dibagi dua, antara FSH dan FEBI.

“Pada prinsipnya saat itu habisnya dibagi dua. Itu yang mengurusi bagian sarana fakultas, makanya saya tidak hafal dan tidak punya data. Intinya begitu,” imbuhnya lagi.

“Itu pekerjaan bersama. Tanggung jawabnya bersama (FEBI dan FSH) memanfaatkan juga bersama,” jelasnya.

Terkait tanggung jawab perawatan, juga berkilah bahwa semua seudah menjadi tanggung jawab UKM.

“Ya sayang. Itu kan sudah diserahakan pada UKM. Seharusnya turut merawat. Tidak mau menyalahkan pihak lain, seharusnya semua turut merawat,” tuturnya.

Ketua EBI Sport, Maulana Hazmi Aziz, mengatakan memang belum ada koordinasi dengan BINORA, terkait tindak lanjut perawatan lapangan.

“Belum ada memang (koordinasi). Soalnya kami juga masih membenahi pengurusan. Insyaallah ini nanti akan di koordinasikan,” ungkanya melalui aplikasi pengirim pesan, Whatsap, Rabu (14/03/2017)

Saat di tanya perihal iuran pembiyayaan pembuatan lapanga dari UKM, ia hanya mengatakan bahwa uang itu untuk perlengkapan kegiatan semata.

“Kalau uang lembaga memang itu uang perlengkapan. Peralatan maksudnya,” jelasnya lagi

Ia buru-buru mengatakan akan segeran di koordinasikan dengan BINORA untuk masalah perawatan.

“Pasti (koordinasi). Setelah menata kepengurusan,” pungkas mahasiswa asal Tegal itu

Muhammad Imam Baihaqi, Ketua BINORA menyatakan pernah beberapa kali membersihkan lapangan.

“BINORA sudah pernah membersihkan rumput-rumput dilapangan. Tapi karena lapangan bukan punya FSH saja. Sebab lapangan masih dengan pasir biasa. Jadi kalau tidak dipakai latihan pasti langsung tumbuh (rumput),” ujar Mahasiswa jurusan HES tersebut, Kamis (15/03)

Kebingungan terkait perawatan karena lapngan masih menggunakan pasir, dan bukan pasir khusu untuk lapangan.

“Kondisinya seperti itu. tidak melakukan latihan sebentar pasti cepat tumbuh. Walaupun kondisinya bersih. Kalau pasirnya yang khusu, tapi yang dilapangan pasir untuk bangunan. Yang khusus (pasir) itu beda,” kata mahasiswa semester 6 jurusan Muamalah.

Dia memaparkan ada kabar rencana fakultas di semester ini akan menyempurnakan lapangan dengan mengganti lantai pasir dengan cor.

“Dari pihak fakultas, rencana itu akan ada pembangunan untuk tahun ini di ganti cor. Tapi saat ini belum ada kabar dari fakultas. Sebenarnya lapangannya sudah bagus, maksudnya rencananya tetap di cor, tapi kapannya belum tahu,” pungkasnya, merujuk belum adanya kepastian dari fakultas terkait pembenahan lapangan.

Melihat adanya uang iuran dari UKM dalam pembuatan lapangan semestinya pihak fakultas memberikan perhatian. Agar uang yang sudah di keluarkan tidak hilang begitu saja di tumbuhi suburnya rumput ilalang. (rep: icha, Alfi / red: Lessen)