Pesan Wakil Rektor III di Pelantikan Pengurus Intra Fakultas Syariah dan Hukum

0
278
dari kiri Wakil Dekan III, Muhammad Arifin; Wakil Dekan II, Agus Norhadi; Wakil Rektor III, Suparman Syukur; dan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Akhmad Arif Junaidi saat menyanyikan lagu Indonesia raya (doc. Justisia)

Justisia.com – Sebanyak 199 pengurus lembaga intra Fakultas Syariah dan Hukum masa khidmat 2018 resmi dilantik oleh Wakil Dekan bagian kemahasiswaan Fakultas Syariah dan Hukum, Muhammad Arifin, di Auditorium I lantai II UIN Walisongo Semarang, Rabu (14/02).

199 pengurus yang dilantik tersebar ke beberapa lembaga, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (DEMA-F); 5 lembaga Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dan 9 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di lingkungan Fakultas Syariah dan Hukum.

Acara yang bertajuk Pelantikan dan Rapat Kerja serta Seminar Regional ‘Student Government’ tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor III, Suparman Syukur; Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Akhmad Arif Junaidi; Wakil Dekan II, Agus Norhadi; serta Wakil Dekan III, Muhammad Arifin.

Dalam sambutanya, Suparman memberi apresiasi kepada jajaran birokrasi dan mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum, “Ia (Fakultas Syariah dan Hukum) selalu tampil lebih unggul dibanding dengan lainnya. Tidak hanya mahasiswanya yang berprestasi, saat lomba antar karyawan dan dosen tetap saja Syariah yang menjadi juara,” ucap alumnus Pesantren Gontor tersebut di hadapan peserta pelantikan dan rapat kerja Kabinet Syariah Hebat.

Pihak kepengurusan yang baru sepakat untuk menjadikan nama ‘Kabinet Syariah Hebat’ sebagai nama kabinet peiode 2018, dari tahun sebelumnya yang menggunakan nama Kabinet Syariah Pembaruan.

Dengan tatanan kabinet yang baru, ia berpesan agar DEMA Kabinet Syariah Hebat melakukan terobosan untuk menangani mahasiswa yang selama ini tidak aktif di UKM, HMJ ataupun organisasi kemahasiswaan lainnya agar tidak terjangkit malas.

Dia menambahkan agar rapat kerja dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membahas segala hal tentang kelembagaan satu tahun ke depan dan untuk mengantisipasi kealpaan dalam pelaksanaan program kerja, “Jangan sampai seperti tahun kemarin, dana di pusat dan fakultas untuk bagian kemahasiswaan menumpuk hingga mencapai angka 286 juta, dan itu berarti program kerja dari UKM, HMJ maupun DEMA masih banyak yang tidak terealisasikan. Oleh karena itu untuk tahun ini, lakukan program kerja dengan baik, sehingga dana keuangan yang sudah tercatat di Rancangan Kegiatan Lembaga (RKL) bisa segera diambil, agar tidak terjadi penumpukan seperti tahun kemarin,” imbuhnya sebelum mengakhiri sambutan.

Acara tersebut ditutup dengan acara seminar regional ‘student government’ dengan menghadirkan keynote speaker dari pihak pemerintah kota yang diwakili sekretaris Kominfo Kota Semarang, Tri Wibowo, dan perwakilan dari DPRD Jawa Tengah, Muhammad Ngainirrichardl. (Red:Asrr,Fuad/Ed:Aff)