Audiensi program JKN yang di hadiri jajaran pimpnan kampus, perwakilan lembaga intra mahaiswa dan perwakilan BPJS Kota Semarang, di Aula Gedung Rektorat Lantai 3, Kamis (5/1). foto: Saifur

Justisia.com – Terbitnya pengumuman dari Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) UIN Walisongo Semarang tertanggal 29 Desember 2017 mengacu kepada SK Rektor No 389 Tahun 2017 tanggal 4 Oktober, terkait kepesertaan mahasiswa untuk wajib memilik Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), di rasa kurang sosialisasi sehingga terkesan mendadak menimbulkan banyak polemik di kalangan mahasiswa.

“Tidak ada info apapun dari rektorat terkat sosialisasi (JKN) kepada mahasiswa, atau mengintruksikan perwakilan mahasiswa terkait kebijakan (JKN) tersebut. Saya (DEMA) tidak mendapatkan undangan atau acara apapun terkait sosialisai tersebut,” kata Dema UIN Walisongo, Afit Khomsani saat dihubungi reporter justsia.com melalui WhatsApp, Selasa (2/1).

Dia menyatakan biasanya ketika ada sosialisasi itu ada surat namun dari kami belum pernah menerima surat mengenai sosialisasi.

Dilain kesempatan Wakil Dekan III Fakultas Ushuludin dan Humaniora (FUHUM), mengatakan sosialisasi sangat mepet dan banyak mahasiswa yang belum mengetahui. “Jangankan kepada mahasiswa, Dekan FUHUM aja merasa belum banyak mengetahui soal ini (JKN),” ungkap WD III FUHUM, Masrur saat detemui di kantornya, Rabu (3/1).

Wakil Rektor II Bidang Admistrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Imam Taufiq saat di klarifikasi soal sosialisi program JKN, ia mengatakan sudah melakukan sosialisasi sejak lama dan mengajak diskusi Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) dan Senat Mahasiswa (Senat) Universitas. “Jadi sosialisasinya sudah lama bukan terkesan mendadak diakhir semester,” tegasnya.

“Bukan hanya bersama Dema dan Senat Universitas saja tapi kita juga mengundang Dekan, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III ditiap masing-masing fakultas malahan sampai beberapa kali kesempatan,” ujar pimpinan Ponpes Darul Falah Be Songo kepada reporter justisia.com di kantornya setelah acara audiensi di Gedung Rektorat UIN Walisongo, Kamis (4/1).

Imam Taufiq menegaskan kembali sudah melakukan sosialisasi beberapakali, dan ia hadir secara pribadi sebanyak 2 kali kesempatan sosialisasi. (red:SFR/ ed: Muft)