Si Jek, Lebih Baik Membuat Aplikasi daripada Membeli

0
504

Adalah Abdullah Muadz mahasiswa UIN Walisongo pencipta aplikasi ojek daring Si Jek yang ingin memiliki aplikasi sendiri tanpa membeli.

“Saya ingin punya aplikasi ojek daring sendiri. Kalau beli ke orang harganya puluhan juta. Enggak punya dana. Mending belajar buat aplikasi sendiri,” tutur pria asal Pati saat diwawancarai justisia.com melalui aplikasi pengirim pesan whatshapp, Sabtu (20/01) Senin.

Aplikasi yang dibuat sejak akhir November itu diluncurkan pada 13 Januari 2018 di Play Store.

“Saya membuat Si Jek mulai akhir November, tepatnya setelah KKN.Dulu belajar membuat aplikasi sudah setahunan. Sebelum Si Jek ada beberapa aplikasi yang sudah saya buat,” ungkap mahasiswa semester 7 jurusan PAI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Terkait ide ojek daring, ia terinspirasi dari puluhan supir ojek daring yang sering menunggu di depan kampus.

“Dari driver ojek daring yang pada mangkal di depan kampus,” katanya.

Ia mengaku sudah membuat aplikasi sejak Desember 2016, aplikasi pertamanya berupa latihan TOEFL.

“Sudah buat enam aplikasi, Latihan TOEFL dirilis 1 Juni 2017, SeputarBanyumenen aplikasi informasi desa hasil dari KKN dirilis 13 Desember 2017, toko online, Zona Track, Wisata Baru Seputar Demak, New Nella Kharisma 2018, dan Sanggar Tanaman Karnivora,” tutur pria alumnus MA TBS Kudus itu.

Muadz, sapaan akrabnya, kedepan memiliki rencana untuk mengembangkan keterampilan di bidang pendidikan.

“(Kedepan) akan membuat aplikasi pendidikan berbasis android,” pungkasnya.

(rep: Lesen/editor: RKM)