Dana Muawanah Akan Dianalisis Ulang

0
227
Wakil Rektor III, Suparman saat dimintai keterangan mengenai orsenik, Rabu malam, (28/09/2016) (dok. Adib)

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Suparman Syukur angkat bicara terkait polemik dana muawanah saat penerapan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diterapkan pada mahasiswa UIN Walisongo.

Besaran dana muawanah sebesar 10.000/ semester per mahasiswa di UIN Walisongo akan dianalisis ulang.

“Kita akan serasikan kembali dana muawanah dengan JKN. Semuanya bisa diatur dan dirembug oleh kita semua, tutur Suparman Syukur ketika detemui di kantornya,” Kamis, (05/01) pagi.

Saat ditanya mengenai akan terbitnya aturan baru sebagai respon terhadap penerapan JKN di lingkungan UIN Walisongo dengan dana muawanah. Suparman Syukur menanggapi jangan terlalu cepat meminta aturan baru.

“Jangan segera-segera. Dalam rangka perjalanan, akan ada aturan kemudian. Dana muawanah dan poklinik itu kan diatur oleh Kemenag. Jadi (perubahannya harus) dipikirkan bersama. Dana muawanah serupiah pun tidak akan kemana-mana,” ungkap dosen FUHUM itu.

Sebelumnya, polemik dana muawanah juga pernah terjadi di tahun 2012. Pendanaan yang digunakan untuk mahasiswa terdampak musibah diambil alih oleh bidang kemahasiswaan dan alumni. Setahun kemudian, kampus mengasurasikan dana tersebut. Selang dua tahun kemudian, dana tersebut dikelola murni oleh kampus hingga tahun sekarang.

Pihak kampus mengklaim polemik di tahun 2012, dana muawanah yang dikelola oleh mahasiswa seringkali sulit dimintai laporan.

“Itu mutlak dana mahasiswa. Ketika mahasiswa yang mengelola, laporannya tidak jalan. Anda sendiri tahulah. Selamanya jangan menyalahkan (birokrasi). Padahal itu mutlak mahasiswa yang mengelola. Saya minta laporan pun tidak ada,” klaimnya.

Pengelolaan dana muawanah oleh pihak kampus dirasa lebih baik karena terdapat laporan dan tanggap terhadap mahasiswa

“Kalau sekarang kita yang mengelola jelas laporannya tidak ada. Dan itu cepat, sakit atau meninggal itu cepat sekali. Bahkan belum diturunkan dari bank kita pinjamkan terlebih dahulu,” pungkas pria asal Kebumen itu. (rep.Lesen)