sumber ilustrasi: i.ytimg.com

Oleh: Adetya Pramandira

Toleransi disebut sebagai sikap saling menghargai juga dimaknai sebgai suatu sikap yag tidak membeda-bedakan berbagai macam perbedaan. Lebih jauh lagi, makna toleransi disebut sebagai suatu bentuk penghayatan atas perbedaan untuk mencapai suatu kesejahteraan dan keadilan serta menjadikannya sama dihadapan public, agar tidak terjadi perselisihan dan permusuhan yang berujung pada perpecahan.

Hasil dari bentuk penghayatan atas perbedaan tersebut adalah suatu sikap yag tidak menentang, serta berlaku ramah terhadap perbedaan. Seperti halnya dengan agama yang mempunyai ajaran-ajaran dan doktrin-doktrin yang antar agama satu dengan yang lain pastilah berbeda. Maka dari itu, perlu suatu bentuk penghayatan makna toleransi untuk menciptakan keselarasan dalam kehidupan bermasyarakat.

Islam dan Perdamaian

Dalam Islam sendiri, sikap toleransi dianggap sebagai suatu elemen yang tidak boleh ditinggalkan dan bahkan dianjurkan dalam menapaki ruang kehidupan. Dalam bersikap, Islam menganjurkan untuk berlaku adil dan ramah. Seperti yang termuat dalam Q.S An-Nahl ayat 90, dengan lafal :

إِنَّ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴿٩٠﴾

Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan.

Lantas bagaimanakah jika umat Islam mencoba berlaku adil dan berbuat kebajikan dengan salah satu caranya adalah mengucapkan selamat hari Natal kepada umat Kristiani? atau mengucapkan selamat kepada para penganut agama lainnya saat jatuh Hari Raya untuk agama mereka.

Mengucapkan selamat hari natal bagi setiap muslim pastilah mempunyai pendapat yang berbeda-beda. Tergantung kepada pemahaman terhadap penafsiran ayat-ayat suci Al-Quraan dan Hadits serta berdasarkan situasi dan kondisi yang dialaminya. Dengan demikian tidak mutlak haram untuk sekedar mengucapkan selamat hari natal kepada umat Kristiani.

Mengucapkan selamat hari natal pada dasarnya hanyalah sebagai penghormatan dan juga sebagai wujud toleransi dalam umat beragama. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir perselisihan yang berujung kepada konflik. Hal tersebut juga dimaknai sebagai wujud pengamalan serta keutamaan ajaran Islam dan perwujudan akhlak yang baik. Hal ini didasarkan pada Q.S An-Nisa ayat 86, dengan lafal :

وَإِذَا حُيِّيْتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّواْ بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا ﴿٨٦﴾

Artinya: Apabila kamu di beri penghormatan dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (penghormatan itu yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu.

Ayat ini menyiratkan bahwa memberikan boleh penghormatan dengan yang serupa adalah boleh hukumnya, memberikan ucapan selamat hari natal bukan berarti setuju dengan kepercayaan dan ajaran-ajaran yang dianutnya, melainkan hanya sebatas penghormatan dan wujud kasih sayang sesama manusia, lebih-lebih jika ucapan ini diberikan kepada kerabat, tetangga dekat dan juga masyarakat sekitar. Selain itu dalam Q.S al-Mumtahanah ayat 8, Allah juga memerintahkan untuk berlaku adil dan berbuat baik ke sesama manusia selama manusia tersebut tidak memerangi dalam urusan agama.

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ ﴿٨﴾

Artinya: Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungghnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

Seorang pemikir Islam, Syekh Yusuf Qardawi juga membenarkan bolehnya seorang muslim dalam mengucapkan selamat hari natal kepada umat Kristiani. Ucapan selamat di bolehkan apabila berdamai dengan umat Islam khususnya jika ada hubungan dekat seperti yang sudah dijelaskan tersebut diatas. Mengucapkan selamat merupakan suat kebaikan yang tidak di larang oleh Allah, lebih-lebih jika orang tersebut mengucapkan selamat terlebih dahulu kepada kita.

Qardhawi juga menjelaskan bahwa tidak ada yang melarang untuk mengucakan selamat pada perayaan non-muslim, yang tidak diperbolehkan adalah ikut dalam ritual perayaan agama mereka.

di Indonesia yang penuh dengan keberagaman baik suku, agama dan budaya yang berwarna-warni tentunya akan berdampak negatif apabila toleransi antar umat tidak ditanamkan di hati dan di aplikasikan dalam kehidupan. Alih-alih Indonesia yang berideologikan Pancasila sebagai falsafah Negara yang mengakui dan menghargai keberagamaan agama, maka sikap toleransi antar umat beragama perlu diciptakan untuk terwujudnya perdamaian dan keadilan.

Dengan demikian, hanya sekedar mengucapkan selamat hari natal kepada umat kristiani adalah boleh hukumnya asalkan tidak ikut dalam ritual perayaan serta mengakui kebenaran ajaran yang dianutnya. Hal ini juga sebagai bentuk toleransi antar umat beragama dan untuk menjaga persahabatan sesama manusia agar terciptanya kesejahteraan dan keadilan.

 

 

SHARE
Previous articlePemantasan
Next articleTrem