Kesombongan, Malapetaka bagi The Citizens

0
297
sumber foto: http://www.fcnaija.com

Oleh: Afif Maulana A.

Tak mengherankan, jika musim ini The Citizens -julukan bagi klub Manchester City- tengah menggemparkan jagat persepakbolaan dunia. Torehan kemenangan di 18 laga berturut-berturut berhasil memecahkan rekor kemenangan beruntun terbanyak Liga Primer Inggris yang sebelumnya dipegang oleh Arsenal pada tahun 2002 dengan 14 kali kemenangan. Meskipun pencapaian ini masih belum bisa memecahkan rekor Bayern Munich dengan 19 kemenangan berturut-turut, namun hasil ini turut mengantarkan mereka menjauh 13 angka dari pesaing terdekat, Manchester United dan kokoh berada di puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan raihan 55 poin.

Hingga matchday ke-19, Manchester City belum pernah mengalami satu kekalahanpun. Penampilan terburuk mereka adalah saat menjamu Everton di Etihad Stadium yang berakhir imbang, 1-1.

Dengan penampilan yang mengesankan seperti saat ini, bukan tidak mungkin Manchester City bisa kembali memulangkan gelar juara Liga Primer Inggris yang berhasil diamankan oleh klub ibu kota, Chelsea FC musim lalu.

Penampilan seperti ini bukanlah yang pertama kalinya. Tercatat, pada musim lalu Manchester City tampil dengan penuh keperkasaan ketika liga baru bergulir dengan mempecundangi enam klub sekaligus; 2-1 vs Sunderland; 1-4 vs Stoke City; 3-1 vs West Ham; 1-2 vs Manchester United; 4-0 vs Bournemouth; dan 1-3 vs Swansea, dan menjadi pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris sebelum akhirnya tumbang saat bertandang ke markas Tottenham Hotspurs di matchday ketujuh.[i]

Setelahnya, The Citizens seakan kehilangan tajinya. Penampilan mereka mulai inconsistant, dan hanya mendapati tiga hasil imbang dan satu kemenangan di empat laga selanjutnya; 1-1 vs Everton; 1-1 vs Southampton; 0-4 vs West Brom; dan 1-1 vs Middlesbrough.

Aktivitas Transfer

Bukan rahasia umum lagi, bahwa perubahan signifikan yang terjadi di tubuh The Citizens musim 2017/2018 adalah hasil dari kerja keras mereka mendatangkan sejumlah pemain baru untuk membenahi skuad mereka di musim lalu. Diberitakan dalam transfermarkt.com, pada Jendela transfer Agustus ini Manchester City berhasil mendapatkan tanda tangan sejumlah pemain papan atas, seperti: Kyle Walker, Ederson Moraes, Danilo, dan Bernardo Silva dengan biaya transfer mencapai Rp. 3,88 triliun.

Tak seperti klub yang lain, belanja City terbilang amat sangat mahal jika dibandingkan dengan aktifitas transfer dua rival terdekat mereka di klasemen saat ini, Manchester United dan Chelsea FC. Dengan dana Rp. 3,88 triliun, City hanya mendapatkan empat pemain. Lain halnya dengan The Blues dan The Red Devils yang sudah bisa mendapatkan pemain yang tak kalah hebatnya dengan dana yang lebih murah.

Chelsea mengeluarkan Rp. 3,2 triliun untuk mendapatkan lima pemain; Alvaro Morata, Tiemoue Bakayoko, Danny Drinkwater, Antonio Rudiger, Davide Zappacosta, dan Willy Caballero (bebas transfer). Sedang, United hanya butuh Rp. 2,6 triliun untuk mendaratkan tiga pemain bintang ke Old Trafford; Romelu Lukaku, Nemanja Matic, dan Victor Lindelof.

Meskipun City tampak tidak diuntungkan di bursa transfer musim dingin ini dengan dana yang lebih besar dari kedua rival terdekatnya di klasemen saat ini. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran sejumlah pemain baru di Etihad membawa angin segar bagi Guardiola untuk meracik dan memperdalam skuadnya musim ini.

Sebelumya, banyak yang meragukan bahwa aktifitas transfer City musim ini tidak akan membawa dampak yang berarti bagi klub untuk mengarungi kompetisi. Pasalnya, transfer yang dilakukan Guardiola tahun lalu terbilang juga jor-joran dengan mendatangkan sejumlah pemain bintang baru (red: newbie), namun hasilnya masih nihil.

Nama-nama yang bersinar di kompetisi antar negara dalam satu benua di tahun 2016 seperti; Gabriel Jesus (Brazil), John Stones (Inggris), Caludio Bravo (Chile), Leroy Sane (Jerman), dan Nolito (Spanyol), didatangkan Guardiola dengan harapan bisa mendongkrak performa tim. Namun, sepertinya hal tersebut hanya menjadi angan belaka kala The Citizens mengakhiri musim 2016/2017 tanpa satupun gelar.

Kini Guardiola mulai memahami pemain seperti apa yang dibutuhkan City. Bukan soal harga atau menterengnya nama si pemain. Tapi soal kualitas dan performa yang sesuai dengan gaya bermain Guardiola dan Manchester City. Terbukti, kedatangan Kyle Walker, Danilo, Bernardo Silva, dan Ederson Moraes langsung nyetel dengan gaya bermain Guardiola yang ngotot dan tanpa ampun. Salah satu nama; Ederson Moraes tercatat sebagai rekrutan terbaik dengan turut membantu City mencatatkan jumlah kebobolan terkecil sementara di Liga.

Bahkan pelatih Chelsea FC, Antonio Conte mengakui “Aktivitas transfer Manchester City musim ini sangat baik. Mereka bisa mendatangkan pemain yang mereka inginkan seperti; Kyle Walker, Bernardo Silva, dan Ederson Moraes. Sehingga mereka bisa menggunakan formasi dan taktik apapun sesuai dengan kebutuhan”.

Win-Loss Poin Analisis

Perjalanan masih panjang dan bola masih bundar. “Tidak ada yang tidak mungkin” adalah adagium sekaligus peringatan yang tepat untuk kesebelasan asuhan Pep Guardiola yang lagi hobi-hobinya membuat rekor demi rekor. Liga musim 2017/2018 sudah berjalan hampir separuh musim, namun tim yang bermarkas di Etihad Stadium ini belum pernah sekalipun menelan kekalahkan. Dari 19 laga yang dilakoni, mereka hanya 1 kali memperoleh hasil imbang.

Perolehan yang mengesankan, melihat pencapaian Manchester City di musim lalu tidak terlalu mentereng. Prestasi terbaik mereka adalah finish di urutan ketiga klasemen akhir Liga Primer Inggris dengan perolehan 78 poin, selisih 15 poin dari pemuncak klasemen akhir, Chelsea FC. Di Liga Champions, mereka hanya mampu menembus babak 16 besar, sebelum dikalahkan oleh wakil Prancis, AS Monaco yang saat itu unggul produktivitas gol tandang. Di kompetisi Piala FA, Manchester City hanya sampai di babak semi-final usai dikalahkan klub meriam London, Arsenal dengan skor tipis, 2-1. Di ajang Piala Liga, mereka juga memiliki nasib yang sama dengan dikalahkan di babak semi-final oleh tim sekota, Manchester United 1-0.

Kejadian serupa bisa saja terulang kembali melihat posisi City kini belum aman sepenuhnya, meskipun mereka sudah unggul 13 angka dari United. Kemungkinan yang ada adalah bahwa saat ini liga baru memasuki matchday yang ke-20, sehingga masih menyisakan 18 pertandingan lagi. 13 angka bukanlah selisih yang jauh bagi United untuk mengejar perolehan poin City saat ini. Dengan memenangi 5 laga secara berturut-berturut, dan City mengalami kekalahan di 5 laga secara beruntun pula, United sudah bisa menggeser City dari puncak klasemen. Pun dengan Chelsea. The Blues bisa menggeser City jika bisa melakoni 5 laga berturut-turut dengan kemenangan.

5 laga ke depan, Manchester City akan melakoni laga yang cukup berat; vs Newcastle United (28/12), vs Crystal Palace (31/12), vs Watford (3/1), vs Liverpool (14/1), dan vs Newcastle United (21/1); jika dibandingkan dengan 5 laga yang akan dilakoni The Red Devils; vs Burnley (26/12), vs Soton (31/12), vs Everton (2/1), vs Stoke City (16/1), dan vs Burnley (20/1). Selain itu, Chelsea yang berada di peringkat ketiga sementara, juga akan melakoni laga yang sama beratnya dengan City; vs Brighton and Hove (26/12), vs Stoke City (30/12), vs Arsenal (4/1), vs Leicester (13/1), dan vs Brighton and Hove (20/1).

Kemungkinan kekalahan ataupun kemenangan 3 tim teratas saat ini masih terbuka lebar. Jika City dapat memenangkan laga-laga selanjutnya, peluang City untuk memenangkan gelar juara liga semakin besar. Namun, jika saja City tersandung dan tidak bisa melanjutkan tren positifnya, bukan tidak mungkin United dan Chelsea bisa kapan saja memberi pelajaran tentang makna konsistensi kepada The Citizens.

Ditambah, kemungkinan besar setelah melakoni laga boxing day di penghujung paruh musim, klub-klub yang kini belum berada dalam kondisi permainan terbaiknya akan melakukan perubahan besar-besaran dengan mendatangkan pemain yang mereka inginkan untuk memperkuat skuad yang ada. Bukan tidak mungkin, persaingan The Big Six akan semakin memanas selepas jeda transfer Januari mendatang.

Keunggulan 13 angka City bisa saja hanya menjadi cerita manis paruh musim 2017/2018 yang hanya bisa dikenang dalam ingatan. Melihat gairah dari kontestan lain yang dahaga untuk mengalahkan The Citizens.

Akankah The Citizens jemawa dengan hasil yang mereka dapat saat ini? Ataukah mereka akan terus berbenah untuk mendapatkan permainan terbaik mereka? Kita tunggu saja di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

[i] Premierleague.com. 2016/2017