Stop Berita Hoax

0
601
Sumber Ilustrasi: looptt.com
Sumber Ilustrasi: looptt.com

Oleh: Farikha Khoirunnisa’

Melihat realita kehidupan sekarang, masyarakat sangatlah mudah mengakses berita yang terjadi saat ini, baik dalam negara dan manca negara. Tidak heran, kalau media sosial menjadi momok tersendiri bagi masyarakat khususnya negara Indonesia yang masyarakatnya terdiri dari berbagai suku, ras, dan agama. Tidak khayal jika jalur informasi yang disampaikan saat ini lebih difokuskan pada media elektronik agar masyarakat yang berada pada berbagai daerah dapat menjangkau dan mengakses semua berita dan informasi yang ada di Indonesia secara lengkap dan dapat diakses setiap saat.

Tapi juga tidak dapat dipungkiri bahwa peran media cetak juga berpengaruh dalam perkembangan majunya informasi di Indonesia. Efek samping dari pergeseran peran media cetak kepada media online adalah para siswa dan mahasiswa, mereka dituntut untuk terus membaca dan mampu berpikir kritis terhadap masalah yang terjadi di Indonesia. Sehingga mereka dapat menjadi generasi yang dapat memajukan bangsa dan negara dengan kemampuan intelektual yang mumpuni.

Apabila media cetak seperti koran, majalah, dan lainnya tersingkirkan, maka generasi bangsa hanya berpacu pada kemonotonan berita yang telah tersebar pada media elektronik. Bukan hanya kemonotonan, bahkan lebih parahnya lagi dengan tersebarnya berita hoax yang merajalela. Hal ini dapat menjadi bomerang di kehidupan kita, masyarakat harus lebih berhati-hati untuk menerima, memahami, meneliti, dan juga membuktikan kebenaran berita.

Indonesia telah menegaskan pada UUD 1945 Pasal 28 yang berbunyi Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan, dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang. Dengan ini jelas sekali bahwa setelah zaman reformasi sudah tak ada lagi pengekangan terhadap suara masyarakat. Sehingga semua masyarakat dapat bebas mengekspresikan apa yang ingin mereka ungkapkan. Baik melalui tulisan maupun melalui gerakan dan orasi.

Namun kebebasan ini justru disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka dengan seenaknya memposting berita apapun dan menyebarkannya tanpa adanya telaah akan kebenarannya. Merekapun tidak berfikir apakah berita ini sudah aktual, fakta, dan dapat dipercaya. Sehingga yang menjadi korban ialah masyarakat yang masih awam, yang ketika mendapatkan sebaran berita lewat media sosial, mereka langsung menelannya mentah-mentah tanpa diulas dan diteliti kembali apakah berita ini dapat dipercaya.

Tak heran jika banyak gerakan-gerakan yang menolak adanya berita hoax yang tersebar di media sosial. Terutama para mahasiswa yang sangat gencar menolak dan menggelar aksi unjuk rasa agar pemerintah segera mengusut para oknum yang tidak bertanggung jawab di media sosial untuk segera ditangkap dan dihukum sesuai perbuatannya.

Seperti aksi yang diadakan saat Car Free Day (CFD) yang dihadiri oleh Menkominfo dan artis yang turut menggelorakan penolakan mereka terhadap berita hoax di media sosial. Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax, Septiaji Eko Nugroho mengatakan bahwa kegiatan ini difokuskan sebagai sarana pendidikan dalam menggunakan media sosial. Pasalnya, menurut Septiaji, banyaknya berita bohong di media sosial terjadi karena ketidakpahaman masyarakat dalam memanfaatkan media sosial. Generasi milenial merupakan yang paling rentan terhadap bahaya hoax. Sangat disayangkan kalau Indonesia yang harus bisa menikmati bonus demografi di 2030 nanti justru diisi oleh orang-orang yang tidak cerdas dalam bermedia sosial,ujarnya.(merdeka.com,2017)

Maka dari itu, kita sebagai generasi penerus bangsa Indonesia haruslah menjadi generasi yang dapat menghentikan penyebaran berita hoax di Indonesia bahkan dapat mengusut tuntas pelaku agar mereka mendapatkan efek jera dari apa yang mereka perbuat. Sehingga masyarakat dapat bernafas lega dan tidak lagi was-was terhadap berita-berita yang tersebar di media sosial. Karena informasi sangatlah penting sekali bagi kehidupan maasyarakat. Agar mereka dapat saling mengetahui isu apa yang sedang hangat diperbincangkan di tanah air kita.

Untuk itu, jadilah generasi pembaharu yang mengubah masa depan Indonesia dari keterpurukan. Karena nasib bangsa Indonesia berada pada genggaman para generasi muda Indonesia untuk melanjutkan darah juang para pahlawan terdahulu. Terhapusnya berita hoax adalah salah satu kemajuan Indonesia dikemudian hari untuk menghapus perpecahan kerukunan bangsa.