Sri Sultan Hamengku Buwono X (dua dari kiri), Yusril Ihza Mahendra (ketiga dari kiri), sat mmenjadi Narasumber seminar oleh PSKH UIN SUKA,, di Convebtion Hall UIN Sunan Kali Jaga Senin (20/11). foto: salwa.doc

Justisia.com -Pusat Studi dan Konsultasi Hukum (PSKH) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan seminar nasional dengan tema “Kebhinnekaan dan Masa Depan Indonesia, Peran Pemuda dalam Menjaga Keutuhan NKRI” di Convention Hall UIN Sunan Kali Jaga, Senin (20/11).

Seminar ini digelar sebagai rangkaian acara menyambut ulang PSKH ke-26. Berapa narasumber yang hadir Sri Sultan Hamengku Buwono X (Gubernur DIY), Prof. Yusril Ihza Mahendra, dan Puguh Dwi Kuncoro (Yayasan Indonesia Youth Dream)

Sri Sultan menyampaikan bahwa kearifan lokal berupa nilai-moral yang disepakati dalam masyarakat dan menjadi nilai integritas sendiri bagi kelompok-kelompok tersebut.

“Kaitannya dengan ideologi bangsa Indonesia, apabil mampu mengamalkan Pancasila dengan sebaiknya maka akan kembali pada nilai dan moralitas sebagai kearifan lokal. Sehingga dengan adanya pengamalan tersebut semua orang, punya komitmen yang tinggi untuk menolak korupsi, kebodohan, dan kemiskinan, namun jika memang tumbuh nasionalisme dalam dirinya,” terang Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra, memakanai politik hukum sebagai cara negara untuk menetapkan suatu kebijakan dalam membangun hukum untuk rakyat, bangsa dan negara.

“Politik hukum untuk membangun hukum publik dengan cara melakukan transformasi sumber hukum. Adapun yang termasuk sumber hukum ialah hukum adat, hukum Islam, hukum ex-Belanda yang sudah diterima di Indonesia, serta konferensi-konferensi,” jelas mantan Menkumham era Presiden Megawati Soekarno Putri ini. (Red: Slw/ ed: Muft)