Para pemenang lomba cipta lagu anak saat menerima penghargaan, Senin (20/11). Foto: Afif.doc

Justisia.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HMJ PIAUD) UIN Walisongo Semarang menggelar acara lomba Cipta Karya Lagu Anak tingkat Nasional dalam rangkaian acara Dies Natalis HMJ PIAUD UIN Walisongo yang ke-4 di Auditorium I Kampus I UIN Walisongo, Senin (20/11).

Acara tersebut diikuti oleh mahasiswa jurusan PIAUD, PAUD, dan PGRA dari 20 Perguruan Tinggi se-Indonesia.

“Total yang mengikuti perlombaan ada 20 Perguruan Tinggi se-Indonesia,” ucap salah satu panitia pelaksana, Rizki Faizah Isnaini (20) seusai acara.

Sistem perlombaannya mewajibkan para peserta untuk menyanyikan lagu hasil karyanya masing-masing dengan durasi waktu maksimal 10 menit. Diadakannya acara ini, dilatarbelakangi minimnya lagu anak-anak yang beredar saat ini.

“Kita tahu bahwa anak jaman sekarang berbeda dengan jaman 90-an atau 80-an. Di jaman dulu masih sering kita temui tontonan dan lagu-lagu khusus buat anak. Sekarang, baik tontonan dewasa ataupun anak-anak itu sama saja. Semuanya berbau percintaan,” Imbuh mahasiswa asal Brebes tersebut.

Ia menambahkan selain untuk masa depan anak Indonesia acara ini juga ditujukan untuk para calon pendidik anak usia dini. Selain itu juga untuk mempersiapkan para pendidik yang berkwalitas.

“Kita kan PIAUD jadi memang kegiatan yang ada di PIAUD ini pasti berkaitan dengan anak, sehingga nantinya sebagai tenaga pendidik kita harus senantiasa memperhatikan apa saja yang mampu membantu perkembangan dari anak itu sendiri. Salah satunya adalah dengan memilih lagu dan tontonan yang pas buat anak,” pungkasnya.

Setelah perlombaan ini, lagu yang berhasil diciptakan nantinya dicanangkan akan dijadikan sebuah album untuk menambah koleksi lagu anak terkhusus di kalangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“PIAUD UIN Walisongo rencananya akan membuat album lagu anak dari hasil karya mahasiswa yang mengikuti lomba cipta lagu anak yang berasal dari universitas-universitas peserta lomba. Kita sebagai fasilitator akan memotori untuk membuat album tersebut. Agar koleksi lagu anak usia dini bertambah dan tidak kalah dengan lagu-lagu sekarang yang kebanyakan lagu tentang percintaan,” Tutur Nici, salah satu mahasiswa jurusan PIAUD UIN Walisongo Semarang.

Ia menambahkan bahwa lagu anak yang diciptakan harus sesuai dengan 6 aspek perkembangan anak, yang mampu merangsang kecerdasan, kognitif, fisik, sosial, emosial, dan bahasanya. (Red: Aff/ ed: Muft)