Justisia.com- Tanggal 10 November merupakan hari Pahlawan Nasional. Pada hari itu seluruh lapisan masyarakat dari jajaran pemerintah hingga masyarakat bawah memperingatinya dengan berbagai masing-masing cara. Salah satunya peringatan yang dilakukan oleh masyarakat pecinta kereta api dengan nonton film bersama.

Indonesia Railway Preservation Society (IRPS) mengadakan acara nonton bareng film kepahlawanan di gedung Monod Huis kawasan kota lama Semarang, Sabtu (11/11). Film yang diputar berjudul “Kereta Api Terakhir” film yang rilis pada tahun 1981 dibintangi salah satu aktor terkenal, Gito Rolis, garapan Muchtar Soemodimedjo.

Kegiatan ini bertujuan bahwa untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa kerata api merupakan salah satu sarana perjuangan zaman dahulu yang tidak boleh dilupakan. “Film ini menyadarkan kita bahwa kereta api memiliki peran penting dalam mengantarkan bangsa ini meraih kemerdekaan,” ucap salah seorang anggota tetap IRPS Semarang, Cahyono.

Menurutnya saat ini jarang sekali masyarakat yang mengerti bahwa pahlawan bukan hanya orang yang bejuang mengangkat senjata melainkan termasuk juga orang-orang yang menyedikan sarana untuk menunjang perlawanan kepada penjajah seperti para pekerja kereta api saat itu.

“Kereta api adalah alat perjuangan, termasuk yang spektakuler, karena kereta api membantu para rakyar mengungsi. Kala itu ibu kota dipindahkan dari Jakarta ke Jogjakarta. Selain itu kereta api juga membantu mengamankan asset-aset negara berupa arsip dan literatur dari serangan dan perusakan oleh penjajah,” imbuh pria berambut putih menutup pembicaraan. (red: Rfq/ed: Muft)