Mega Diahwati (berkrudung hitam), saat melayani pembeli kopinya dengan semangat, disela-sela kuliahnya. Foto: Ainun.doc

Justisia.com – Bagi mahasiswa, persoalan ekonomi bukan penghalang untuk tidak belajar, selama niat masih ada. Begitu yang menjadi semangat mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum, Mega Diahwati (18), yang baru-baru ini berjualan kopi, dengan berkeliling kampus untuk menambah uang sakunya. Hal ini dilakukannya ditengah kesibukan banyak tugas sebagai mahasiswa.

“Saya berjualan baru dua hari, biasanya di depan kantor fakultas dan mengelilingi taman kampus dua. Dan ke kampus satu itu kalau ada mata kuliah saja,” tutur mahasiswi jurusan Hukum Keluarga itu saat diwawancarai reporter justisia.com di Kampus 1 UIN WS, Selasa (7/11).

Setiap kali berjualan, ia membawa termos, dan bahan dagangannya ke dalam kelas ketika jam perkuliahan berlangsung. Kemudian dia akan berjualan kembali setelah aktivitas perkuliahan selesai. Menurutnya model berjualan seperti itu lebih efisien. “Alasan ditenteng karena mudah dibawa,” ucap Mega.

“Rencana jualan kopi bukan hanya membantu orang tua saja, tapi saya juga ingin membeli sepeda agar dari kontrakan ke kampus tidak jalan kaki terus,” jelas mahasiswi asal Cirebon tersebut.

Dengan usahanya sebagai penjual kopi, dia tidak hanya mencukupi kebutuhan sehari-harinya, tetapi dia juga berencana ingin membeli sepeda dari hasil berjualan yang akan dia sisihkan. Selain itu juga untuk membantu orang tua dengan kemandiriannnya.

“Saya tidak ingin merepotkan kedua orang tua saya. Jadi saya akan terus mengingat pesan dari mereka, bahwa saya harus menghilangkan gengsi. Karena mahasiswa selain selalu berpenampilan gagah, juga harus punya rasa kemandirian bukan keminderan,” pungkas mahasiswi semester satu itu.

Jaualan kopi yang di lakukan Mega, mendapat perhatian dari mahasiswa lainnya, mereka kagum dengan percaya diri untuk menjajakan jualannya.

“Jujur, gak cuma mahasiswa yang jualan kopi ketika, saya melihat mahasiswa yang berjualan dalam bentuk apapun. Saya merasa salut karena anak zaman sekarang banyak yang ngutamain gengsi sedangkan mereka gak ada pikiran seperti itu. Pokoknya saya salut,” ungkap salah satu mahasiwi Fakultas Syariah dan Hukum yang tidak mau disebutkan namanya. (red:Ainun/ed: Muft)