Mahasiswa Respon Positif, Walisongo Market

0
222
Peresmian acara minggusn WCC ysng bernama "Wednesday Market" oleh wakil rektor 3
Peresmian acara minggusn WCC ysng bernama “Wednesday Market” oleh wakil rektor 3. (Foto: Fadli.doc)

Justisia.com Setelah berjalan selama lima bulan Walisongo Market menunjukkan sinyal positif bagi Mahasiswa yang membuka lapak di sana. Pasalnya, sejumlah pedagang mengaku mendapatkan keuntungan hingga seratus persen dalam satu harinya.

“Dalam seharinya saya berhasil mendapatkan keuntungan seratus persen. Bahkan dalam berjualan rujak ini saya hanya bermodalkan 80 ribu, dan mendapatkan keuntungan hingga 70-80 ribu perhari,” tutur Okki, salah satu pedagang di Walisongo Market kepada reporter Justisia, Rabu (11/10).

Kegiatan tersebut mulanya bernama Wednesday Market namun diubah menjadi Walisongo Market karena tidak sesuai lagi dengan harinya.

“Kegiatan ini dulunya dilakukan setiap hari Rabu saja, tetapi sekarang terdapat penambahan hari, sehingga diubah yang semula Wednesday Market menjadi Walisongo Market. Hari rabu kami buka di taman revolusi kampus 2. Hari kamis dan jumat kami bertempat di taman belakang gedung G Kampus 3,” ujar pengurus sekaligus penjual di Walisongo Market, Harwan ketika dijumpai reporter Justisia.

Adanya kegiatan ini untuk memberi bekal mahasiswa dalam kewirausahaan selain bidang akademik.

“Kegiatan ini dilakukan guna menunjang kemampuan mahasiswa dalam berwirausaha. Dikarenakan banyaknya mahasiswa yang lulus tetapi bekerja diluar bidangnya. Dan sekarang Walisongo Market membuka pendaftaran bagi mahasiswa yang ingin bergabung,” pungkas wirausahawan muda asal Fakultas FEBI tersebut.

Cara pendaftaraannya cukup menghubungi sekertaris Walisongo Market, Elis. Saat ini sedang dibuka pendaftaraan bagi mahasiswa baru (Maba) UIN Walisongo yang berminat berwirausaha di Walisongo Market, Pendaftarannyapun gratis tanpa ada biaya sewa. Tujuan diadakannya adalah menumbuhkan semangat berwirausaha.

Menurut salah satu pembeli, Marissa. Salah satu mahasiswi Fakultas Saintek menuturkan bahwa, “Bagus dengan adanya Walisongo Market ini bisa menambah peluang berwirausaha bagi mahasiswa, tapi disayangkan tidah berjalan setiap hari,” Katanya.

“Untuk sisi baiknya memang menyediakan tempat bagi mahasiswa untuk berjualan dan belajar tentang dunia kewirausahaan,” pungkas Marissa.

Dan tanggapan penjual yang bernama Okki mahasiswa asal Batang tentang adanya Walisongo Market ini.

“Adanya walisongo market ini bagus karena memfasilitasi mahasiswa dalam berusaha,namun kekurangannya dalam hal foolow up. Diawal-awal ramai karena banyaknya factor maka lima bulan terakhir menjadi sepi penjual Setelah berjalan lima bulan Walisongo Market mulai sepi minat dari penjual. Pasalnya sebagian besar dari penjual adalah mahasiswa semester atas,” ucapnya.

“Harapan saya untuk kedepannya lebih ada follow up dan pengurus walisongo market lebih meningkatkan fasilitas agar banyak yg bertahan,” Pungkas mahasiswa Fakultas Syariah itu. (Asrr/Jti)