Ahmad Nizamul Ikhwan (21) berpose bersama teleskop buatannya setelah acara Workshop Teleskop di Auditorium 1 Kampus 1 UIN Walisongo, Rabu (25/20) (Ashror/Justisia)
Ahmad Nizamul Ikhwan (21) berpose bersama teleskop buatannya setelah acara Workshop Teleskop di Auditorium 1 Kampus 1 UIN Walisongo, Rabu (25/20) (Ashror/Justisia)

Justisia.com Salah satu mahasiswa Jurusan Ilmu Falak mampu membuat teleskop mandiri dengan modal 400 ribu rupiah.

Ahmad Nizamul Ikhwan, mahasiswa semester 5 Ilmu Falak memiliki teleskop yang dibuat sendiri, mengatakan bahwa awal mulanya dia membeli lensa fotocopy dan lensa okuler dari Solo

“Saya membeli dari orang Solo. Harga sepaket itu 240.000 untuk daerah Jawa Tengah, namun waktu temen saya beli di Jawa Timur itu kurang dari 150.000,” ujar mahasiswa semester 5 itu saat diwawancarai reporter Justisia.com di samping Auditorium 1 Kampus 1, Kamis, (26/10) pagi.

Komposisi teleskop itu harus terdiri dari lensa fotocopy dan juga lensa okuler. Perbedaan lensa fotocopy sama lensa okuler itu, lensa fotocopy sebagai lensa yang menangkap objek yang dilihat, dan untuk lensa okuler sebagai tempat kita melihanya.

“Untuk jarak antar lensa okuler dan lensa fotocopy itu saya sendiri belum tau berapa jarak bagusnya tapi saya hanya mencari fokusnya saja. Seperti waktu saya melihat bulan itu saya mencari fokusnya dan saya juga sudah bisa melihat bulan,” tambah pria

Dalam pembuatannya menggunakan pipa paralon yang berbeda besarnya 1,5 inchi,2 , 2,5, dan khusus bufle atau pelindung dari cahaya masuk secara liar itu menggunakan 3 inchi. Juga menggunakan shoke paralon untuk menyambungkan paralon tersebut. Untuk ephis tempat lensa okuler itu menggunakan paralon 1,25 inchi. Shoke dibeli satu paket untuk semuanya.

“Untuk penyangganya itu saya buat sendiri, saya membeli shoke T ukuran 1,25. Saya juga membeli shoke betina dibagian tengah, dan yang bagian bawah itu saya menggunakan shoke jantan. Ada juga pengunci yang saya buat sendiri, agar tidak bergerak serta kunci altitute, dan yang bawah sebagai kunci azimut,” jelas pria asal Jawa Timur itu.

Namun, teleskop buatanya masih jauh dari kata sempurna serta memerlukan banyak modifikasi untuk menyempurnakannya.

“Teleskop yang saya buat ini masih belum sempurna karena belum ada diagonal sebagai pembalik objek, jadi saat dilihat dari teleskop saya ini objeknya terbalik. Dan juga membutuhkan fokuser agar lebih mudah difokuskan dengan halus. Tripotnya juga masih sementara, dan ini juga masih bergoyang-goyang,” pungkas (Rep: Ashror/Ed: Lesen)