Libur Nasional dan Gol Hantu Panama

0
453

“Suara rakyat telah didengar, merayakan hari bersejarah bagi Panama. Besok libur nasional,” tulis Varela lewat akun Twitternya.

Varela, begitu girang melihat kesebelasan negaranya berhasil lolos ke putaran Piala Dunia 2018 di Rusia. Pasalnya, prestasi sepakbola Panama selama 40 tahun terakhir hanya, peraih Runner Up Piala Emas – turnamen sepak bola yang mempertemukan Tim Nasional di wilayah Amerika Utara, Tengah dan Karibia- 2013- 2015.

Cuitan Presiden Panama Juan Carlos Varela tidak bisa menyembunyikan kebahagiaanya, setelah mendengar negara yang dipimpinnya dapat lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusian setelah menghempaskan lawanya Kosta Rika 2-1 di Stadion Rommel Fernandez, Kota Panama.

Negara dengan jumlah penduduk sekitar tiga jutaan, paham betul dengan rakyatnya yang sedang bersuka cita atas kemenangan ini. Presiden Varela sebagai mandat rakyat tentu merasakan dirinya di tengah rakyat.

Los Canaleros julukan Timnas Panama lahir Negara dengan status Colon Free Zone terbesar di Benua Amerika sangatlah mapan dalam perancangan fasilitas pelayaran dari Samudera Atlantik dan Pasifik. Kapal-kapal yang mengarungi laut untuk menjalankan roda perdaganan global sangat signifikan melewati tempat tersebut. Platform yang ditawarkan oleh Panama dari segi geografisnya mempermudah jasa kelautan, real estat komersial hingga keuangan. Wajar kalau, orang nomor satu di negaranya memberikan waktu kepada rakyatnya agar bisa bersuka cita.

Kemenangan dan kekalahan dalam sepakbola seringkali dimaknai oleh setiap insan yang mengalaminya dalam ekspresi yang berbeda-beda. Salah contoh, keberhasilan Islandian dan Suriah dalam kancah Piala Eropa tahun 2016 dan kualifikasi Piala Dunia 2017 mereka dianggap pahlawan oleh warganya. Sedangakan, kekalahan Timnas Brazil dari Uruguay pada gelaran Final Piala Dunia 1950 di Stadion Maracana menjadi sebuah bencana bagi seantero warga Brazil.

Keputusan Varela untuk merayakan kemenangan dan keluar dari lubang jarum ala Panama yang berusaha mati-matian untuk bersaing dengan tim-tim besar seperti Meksiko, Amerika Serikat, Trinidad Tobago, dan Kosta Rika untuk melaju ke pagelaran sepakbola terakbar sejagad.

Romeo Tores dan Gol Hantu

Kemenangan Panama atas Kosta Rika, bukan tanpa cela. Pasalnya, gol tandukan Romeo Torres menit 88, dianggap sebagai gol hantu yang membawa angin segar bagi Los Canarelos lolos ke Rusia. Sebelum gol yang dicetak oleh J. Varanegas di menit 36. Setelah turun minum, R.Torres menbobol gawang Kosta Rika di menit 56.

FIFA harus mencoba dan mengulangi pertandingan itu. Terlebih lagi, itu harus karena kejadian ini bukan pertama kali dan sudah ada presedennya, kritik Mantan Asisten Wasit asal Spanyol Guerrero terhadap kepimimpinan wasit pertandingan Kosta Rika Vs Panama, dikutip oleh Marca

Namun, kritik tersebut tidak terlalu ditanggapi oleh pihak Panama dan Timnas Kosta Rika pun tidak berencana melakukan banding atau pertandingan ulang, sebagaimana pernah dilakukan oleh Timnas Senegal kala melawan Afrika Selatan dalam pertandingan

Setelah 40 tahun lamanya, Panama menanggalkan dirinya sebagai negara debutan Piala Dunia ke-2 setelah Islandia (Eropa) yang lolos terlebih dahulu. Islandia dan Panama akan bertempur pelawan 32 klub dari berbagai penjuru dunia untuk memperbutkan tiket Final di Negeri Beruang Merah.

Sebagaimana perhelatan turnamen antar negara, status under dog menguntungkan ketika berhadapan dengan tim-tim langganan Piala Dunia seperti Prancis, Jerman, Brazil, Spanyol. Panama bisa belajar dari pengalaman negara-negara Amerika Selatan, Kolombia dan Amerika Utara, Kosta Rika pada pagelaran piala dunia edisi sebelumnya, dapat melaju hingga perdelapan final.

Berakit-rakit kehulu// Berenang-renang ketepian// Bersakit-sakit lebih dahulu// Bersenang-senang kemudian//

Timnas Panama sudah membuktikan penantiannya selama 40 tahun untuk bisa tampil di pagelaran sepak bola bergensi sejagad. Sorak-sorai serta suka cita rakyat Panama, saat kedua belas pemain Las Canarelos mengumandangkan Himno Istmeno di Tanah Beruang Merah. (RF)