Kepala Bagian Tata Usaha, Ahmad Soleh (56) saat diwawancarai justisia.com terkait kerusakan listrik PKM, Rabu (11/10). Foto: Armando.doc
Kepala Bagian Tata Usaha, Ahmad Soleh (56) saat diwawancarai justisia.com terkait kerusakan listrik PKM, Rabu (11/10). Foto: Armando.doc

Justisia.com-Ketidakstabilan tegangan listrik di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Fakultas Syariah dan Hukum membuat resah mahasiswa yang menggunakan fasilitas tersebut. Banyak kerugian yang dirasakan oleh mahasiswa ,salah satunya kerusakan barang-barang elektronik dan fasilitas lainnya.

Beberapa keluhan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang aktif di PKM tersebut, yaitu UKM JQH dan UKM Teater ASA.

Ketua UKM JQH Chalim, menjelaskan kerugian yang dialami oleh beberapa anggota seperti,rusaknya cas gawai berjumlah 7 buah,cas laptop 4 buah,dan lampu PKM JQH mati semuanya akibat tidak stabilnya tegangan listrik tersebut.

“Saya merasa kecewa akan hal itu,karena saya merasa kurangnya perhatian dari pihak Fakultas Syariah dan Hukum kepada mahasiswanya terkait tidak stabilnya listrik di sini,” kata Salim.

Sedangkan ketua UKM Teater ASA, Gusti memaparkan kerugian dari anggotanya yang tak jauh berbeda dari UKM JQH. Bedanya cuma hanya di jumlah elektronik yaitu cas gawai 25 buah, cas laptop 1 buah, dansound system 2 buah.

“Saya sudah berulang kali lapor ke kampus 1,namun di sana saya malah ditanya surat pengantarnya dan malah di marahi,” ujar mahasiswa asal Tegal tersebut.

Saat ditemui reporter Justisia.com Rabu (11/10), Kepala Bagian Tata Usaha Ahmad Soleh (56) menyampaikan beberapa kemungkinan terkait kerusakan listrik PKM.

“Beberapa kemungkinan (kerusakan listrik) missal menambah daya tapi tidak lapor, kekuatan listrik diruangan ini sekian ream tapi tiba tiba masang kipas angin kan harus menambah daya. Nah itu yang bikin onjlak-anjloknya listrik, dan mudah terjadi kerusakan terutama pada alat elektronik,” ujar pria asal Purwodadi tersebut.

Ia juga menambahkan, bahwa proses pembenahan melalui proses yang panjang. “Dari pihak fakultas bukannya tidak mau bertanggung jawab, hanya saja membutuhkan proses komunikasi dengan teknisi yang panjang, karena teknisi yang ada bertanggung jawab terhadap kerusakan disemua fakultas juga,” pungkas pria berkaca mata tersebut. (Mndo/Ssti)