Kepala UPT Perpustakaan Klarifikasi Mangkraknya Buku Perpus

0
190
Sumber Ilustrasi: Medium.com
Sumber Ilustrasi: Medium.com

Justisia.com – Perpustakaan Pusat Universitas Islam Negeri Walisongo kekurangan daya tampung yang menyebabkan banyak buku terbengkalai dan menumpuk di lantai satu dan dua. Buku-buku itu tak terpakai lagi ditengah kebutuhan mahasiswa terhadap jumlah buku.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) UIN Walisongo Miswan, mengklarifikasi bahwa buku yang menumpuk di perpustakaan itu sebenarnya tidak terbengkalai tetapi digudangkan.

“Didalam perpustakaan kami menggunakan sistem widing, yaitu apabila ada buku yang sudah tak terpakai, rusak atau duplikatnya sudah banyak maka akan digudangkan terlebih dahulu. Dikarenakan perpustakaan tidak bisa menampung seluruh buku yang ada, terhitung perpustakaan UIN Walisongo mulai berdiri sejak tahun 1975,” ujar pria asal Kediri tersebut saat di wawancarai reporter Justisia.com, Rabu (11/10).

Menurut Lika Mahasiswi Fakultas Ushuludin Jurusan Ilmu al-Quran Tafsir, buku-buku yang mangkrak di perpustakaan lebih baik dimanfaatkan kembali.

“Harusnya buku-buku yang terbengkalai itu digunakan kembali, karena akan lebih bermanfaat daripada menumpuk disebelah tangga,” tambah Lika mahasiswi semester 5 itu.

Faisal Lutfi memiliki pandangan yang berbeda terkait mangkraknya buku-buku perpustakaan UIN Walisongo. Mahasiswa jurusan Muamalah semester 9 itu, menyarankan untuk menjual kembali buku perpustakaan yang mangkrak.

“Sebaiknya buku-buku yang menumpuk tersebut melelangkan kembali dan anggarannya bisa digunakan untuk membeli buku-buku terbaru,” ujar pria berbadan tinggi itu.

Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Kepala UPT Perpustakaan Pusat UIN Walisongo, bahwa perpustakaan sudah mempunyai anggaran tersendiri untuk penambahan buku perpustakaan dan penambahannya dilakukan dalam setahun sekali. Untuk buku-buku yang digudangkan, tidak bisa diperjual belikan karena terdafttar dalam Barang Milik Negara (BMN).

“Harapannya pembangunan infrastruktur perpustakaan Walisongo segera direalisasikan agar buku-buku perpustakaan tidak mangkrak dan dapat memenuhi kriteria ideal perpustakaan, yaitu setengah meter kali jumlah seluruh mahasiswa UIN Walisongo,” pungkas pria asal Jawa Timur. (fais/Dul)