Muhammad Aqib Malik(kiri) pada acara seminar public speaking & hypnotherapy, kamis (26/10). foto : Dera.doc
Muhammad Aqib Malik(kiri) pada acara seminar public speaking & hypnotherapy, kamis (26/10). foto : Dera.doc

Justisia.com- Guna merubah mental Mahasiswa UIN Walisongo yang takut ketika berbicara di muka umum, Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam gelar seminar Public Speaking dan Hypnotherapy di gedung Auditorium II kampus III UIN Walisongo Semarang, Kamis,(26/10).

Ketua panitia, Abid, mengatakan, diadakannya seminar tersebut sebagai bekal mahasiswa UIN Walisongo agar mampu berbicara di depan umum dengan baik.

“Kami melihat mahasiswa di UIN Walisongo ini, kemampuan public speakingnya masih kurang. Maka dari kami mencoba melaksanakan hypnotherapi melalui seminar yang diselenggarakan HMJ MPI,”Tuturnya.

Salah satu pemateri Muhammad Aqib Malik menjelaskan, bahwa Hipnotis sangat erat kaitannya dengan public speaking. Karena public speaking juga berkaitan dengan alam bawah sadar. Memang di Indonesia hipnotis yang muncul adalah ploucteach yaitu hipnotis dengan pangung, kebutuhan entertaiment, kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya untuk menghibur dan menjadi bahan tertawaan. Padahal hipnotis itu juga digunakan untuk terapi.

“Hubungan public speaking dengan alam sadar yaitu skepacsiusnya. pola pikir yang ada disetiap manusia itu, ketika dimunculkan dalam sebuah kata-kata atau tindakan positif dan negatif akan menjadi suatu kebiasaan, dan kebiasaan menjadi karakter. Jati diri itulah yang lantas menjadi pola pikir yang bisa dimainkan menjadi publik speaking dan pilihan yang luar biasa.”Jelas Malik sapaan akrabnya.

Menurutnya, seiring dengan perkembangan techkonologi yang begitu canggih, peluang generasi melenial untuk meyalurkan kekreatifannya dapat disalurkan melalui berbagai cara, salah satunya dengan memanfaatkan technologi.

“Kekreatifan mereka dapat disalurkan melalui desain grafis ada juga yang melalui dakwah – dakwah, meme, dan tentu itu akan bermanfaat bagi khalayak publik.” Tambahnya.

Septiani mengapresiasi dengan diadakannya seminar yang bertema merubah mental dengan hypnoterapi, karena membawa manfaat yang begitu besar . Apalagi di dalam kehidupan bermasyarkat, tentu memerlukan kemampuan public speaking yang baik.

“Kita bisa mengetahui bahwa untuk berkomunikasi dengan orang tidak hanya sekedar berbicara saja, namun melalui komunikasi, kita bisa memahami apa yang kita bicarakan dan mengerti serta dibuat terpengaruh dengan apa yang kita bicarakan. Menjadikan kita tahu, bagaimana olah vocal, bicara nada keras saat apa, dan lain lain,” bebernya. (Red:Dra/ed:Ink)