DEMA Fakultas Syariah dan Hukum Gelar Kelas Pemikiran Islam Progresif

0
311
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Dr. Akhmad Arif Junaidi menyampaikan sambutan di acara Kelas Pemikiran Islam Progresif dengan tema "Membongkar Paradigma Islam Progresif sebagai Landasan Gerakan Pembebasan" di Lantai 2 Auditorium I Kampus I UIN Walisongo, Selasa (31/10) (dok. Lesen/Justisia)
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Dr. Akhmad Arif Junaidi menyampaikan sambutan di acara Kelas Pemikiran Islam Progresif dengan tema “Membongkar Paradigma Islam Progresif sebagai Landasan Gerakan Pembebasan” di Lantai 2 Auditorium I Kampus I UIN Walisongo, Selasa (31/10) (dok. Lesen/Justisia)

Justisia.com Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum menggelar Kelas Pemikiran Islam Progresif dengan tema Membongkar Paradigma Islam sebagai Landasan Pemikiran Pembebasan.

Acara yang digelar di lantai 2 Auditorium I Kampus I UIN Walisongo, Selasa (31/10) menghadirkan Koordinator Nasional Front Nahdhiyin Kedaulatan Sumber Daya Alam Muhammad Al Fayadl dan Dosen Fakultas Sains dan Teknologi Rusmadi.

Kelas yang terdiri dari tiga sesi. Pertama dimulai dari pukul 09.00-12 dilanjutkan sesi kepada pada pukul 13.00-14.30 yang difasilitatori oleh Muhammad Al Fayyadl membicarakan tentang landasan Islam progresif. Kemudian, Rusmadi di akhir sesi akan berbicara sosiologi Islam progresif dari.

Di kegiatan tersebut panitia mengharapkan adanya tindak lanjut mengenai kajian Islam progresif dikalangan mahasiswa UIN Walisongo.

“Silahkan menginfiltrasi terhadap komunitas masing-masing untuk mengkaji mengenai tentang Islam progresif, “tutur pria asal Jawa Timur.

Selain itu, kegiatan ini merupakan program kerja terakhir Kabinet Pembaharuan Dema Fakultas Syariah dan Hukum yang dikemas dengan warna baru.

Kelas pemikiran ini merupakan terobosan baru yang berbeda dengan (biasanya) dikalangan mahasiswa seminar dan workshop, tuturnya Ketua DEMA Fakultas Syariah dan Hukum, Syarifudin Fahmi. (Rep. Lesen)