[Curhat Mahasiswa] Geliat Maba Mencari Cinta

0
280
Red heart on white 3
Sumber ilustrasi :aphrodheti.files.wordpress.com

Mahasiswa, ketika sedang galau, hal apapun bisa terjadi. Inilah hasil dari kegalauan seseorang yang di campakan oleh wanita. Bermula dari pengalaman yang dialami penulis. Banyak yang terjadi dan juga dilakukan oleh mahasiswa baru lalu disingkat maba- sekarang ini.

Mahasiswa baru identik dengan kepolosanya. Polos dalam segala hal baik dari cara bersikap, cara berpakaian hingga cara mengutarakan isi hatinya. Berawal dari OPAK-yang kemudian hari disebut PBAK-. Maba diajak untuk mengenal lingkungan kampus yang baru. Tempat baru dan asing tentunya bagi maba ini.

Di situ maba mulai mengenal yang namanya teman. Teman seperjuangan istilahnya. Entah kebetulan atau tidak tapi mereka mencari teman yang bisa mengerti dan memahami dirinya sendiri. Dalam perjalananya maba mengenal lawan jenis dengan tujuan yang sama yaitu ingin kenal lebih dekat dari yang lainnya.

Semua maba pasti kuliah diperantauan ingin belajar dan mendapatkan ilmu yang bisa mengantarkan mereka ke dunia kerja setelah lulus nanti. Tapi di saat menjadi maba tujuan tersebut dikesampingkan dahulu, dan menomor satukan mencari teman dan kesenangan terlebih dahulu dari pada susah-susah belajar. Itu sudah seperti hukum alam yang mengikat orang baru di lingkungan barunya.

Setelah mengenal teman yang banyak, mereka memilah mana teman yang pantas di jadikan sahabat, dan pacar dikemudian hari. Para maba ini banyak yang mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama. Memang banyak yang tidak mengakui hal tersebut, tapi kepolosan maba tidak bisa di bohongi.

Pendekatan yang telah dilakukan akan berujung pada mengungkapkan perasaan kepada lawan jenis, dari pada memendam perasaan tersebut. Kira-kira itu proses maba yang sedang berjuang mencari pujaan hatinya.

Gejolak Merubah Arah

Pendekatan berujung cinta yang semakin bergelora di alami dua sejoli. Mengatas namakan cinta mereka melakukan apapun berdua. Dari bangun tidur hingga kembali menutup mata mereka selalu bersama.

Dulu selalu sendiri, kesepian, tak ada yang menyemangati. Sekarang kebalikannya selalu ada teman hati di setiap kegiatan. Apapun kegiatanya selalu bersama. Kebiasaan yang paling berubah setelah mempunyai teman hati bagi cewek penampilan harus paling sempurna untuk menyenangkan pasanganya. Jikaalau dulu tidak terlalu memikirkan sandangan, sekarang terpikirkan selain itu berhias wajah. Namun bagi laki-laki selain sandang mereka memprioritaskan waktu buat pasanganya dari yang lan.

Pertama masuk kuliah semangat belajarnya menurun teman hati ada buat menyemangati. Sehingga motivasi belajar mereka ada karena pasangan. Berjalan beberapa bulan hubungannya baik-baik saja. Di saat mau tiba liburan masalah mulai timbul dari hubungan mereka. Masalah kecil tapi di besar-besarkan, egois masing-masing, ingin selalu di perhatikan dari yang lain, dan masih banyak lagi.

Seperti ketika terlambat di jemput, maba mengendalikan sikapnya menggunakan emosi tidak menggunakan nalar. Padahal hal seperti itu bisa di selesaikan dengan kepala dingin (tenang). Tapi menjadi besar bila emosi yang mengendalikan.

Namanya juga maba, masih polos dalam urusan asmara dan kehidupanya secara utuh. Kalau kata istilah sekarang ABG (Anak Baru Gede), masih perlu belajar dan bimbingan untuk benar-benar survive dalam kehidupan asmara. Kehidupan dua lawan jenis menjadi satu, dua karakter yang saling memahami.

Begitulah kehidupan asmara mereka, namun dalam perjalananya mereka juga banyak belajar dari pengalaman. Penulis kira itu sekelumit kisah asmara anak baru. Tulisan ini tidak menggambarkan dan menilai semua seperti itu. Ini lebih kisah pengalaman dan pengamatan penulis sendiri.

Ingat mencintai seseorang berarti siap sakit hati, berkorban, berjuang lebih sebelum dia berpindah ke lain hati. Semua harus berjuang tidak hanya laki-laki saja, wanita pun perlu berjuang. Karena hubungan asmara langgeng tergantung sikap wanitanya.

(Ditulis oleh mahasiswa semester 7 yang tidak ingin disebutkan identitasnya)