sumber ilustrasi : vebma.com
sumber ilustrasi : vebma.com

Hidup tanpa cinta bagaikan taman tak berbunga, lagu ini mengilhami banyak orang, karena dengan tanpa menghadirkan cinta pada diri seseorang, manusia berbuat semaunya sendiri kepada makhluk lainnya, maka hiasilah hidupmu dengan penuh cinta.

Aku bertanya padaku pribadi apa itu cinta ? Aku kaku menjawabnya, saat aku bertanya kapan timbulnya cinta?. Aku tersipu malu yang tak tau kapan datangnya. Dari semua orang yang pernah ku cinta, selalu berbedabeda dalam memaknainya, termasuk pemaknaanku diantara laki laki yang pernah ku menjalin cinta dengannya. Itulah gambaran sepintas pertanyaan Tesa yang belum menemukan titik nadirnya, kapan hal itu terjawab.

Bahkan ada yang berkata, temanku yang kebetulan sering ikut pengajian kesana kemari, bahwa cinta itu haram hukumnya, mungkin cinta yang dimaksud temanku cinta dalam konteks ini adalah pacaran. Kebingungan Tesa tentang cinta masih terus melanda dalam benak pikirannya, dan hatinya pun terusik dengan cinta. Apalagi dengan seruan separatis temanya yang dengan mudahnya menghalal haramkan sesuatu. “Entahlah……,” seru Tesa.

Serasa ada tekanan batin dalam dirinya, yang mau tak mau ia harus berani menjalani dan mengetahui lebih dalam apa arti cinta yang sebenarnya. Hal biasa bagi remaja mengetahui tentang cinta, karena secara ilmu biologi manusia pada umur tertentu sekitar 15 tahun ke atas, ada ketertarikan pada lawan jenis atau yang disebut dengan masa pubertas. Jadi wajarlah Tesa kira.

Tapi dengan adanya ketertarikan ini, “Apakah sudah disebut cinta? ketika aku bilang iya, aku masih belum sanggup membedakan antara cinta dan tertarik, ketika bilang tidak, aku bingung, bukankah ketika tertarik pada lawan jenis, ada dorongan cinta yang mendahuluinya?” selalu penuh tanya dalam benak Tesa.

Dari kebingunagan ini, Tesa tak hentihentinya belajar agar tau apa itu cinta dan bagaimana cinta yang sebenarnya. Baik belajar melalui goggle yang siap tanggap saat ditanya, seperti yang temannya tanyakan saat bingung mencari jawaban dari soal ujian. Kadang belajar dibuku novel yang berisi tentang percintaan, khususnya novel yang ditulis oleh salah satu novelis romantic di Indonesia diantaranya, Tere liye, Asma Nadia, dan Habiburrahman El Shirazi yang tersirat makna yang dalam melintang melalui goresan tangan emasnya, dan penulis buku lain yang kisahnya penuh inspratif dan membangun menggugah jiwa pembacanya.

Jangan-jangan ia belajar secara pengalaman pribadinya yang sudah sekian lama berpacaran tapi hubungannya tak sampai pada ikatan yang suci yang disebut pernikahan. Tesa merasa ada beberapa faktor yang menghalangi, sehingga putus ditengah jalan, adakalanya karena sudah tidak ada kecocokan yang disebut konflik perasaan antara ia dengan kekasihnya, adakalanya putus secara tiba tiba dengan tanpa kejelasan yang pasti apa yang melatar belakanginya. Akhirnya Tesa menerima saja jalan yang sudah ditentukan dan masa yang memang sudah waktunya berpisah.

Seiring berjalannya waktu, kegundahan itu mulai perlahanlahan hilang, dengan hadirnya sosok lelaki kekasihnya yang bernama Fathan, dirasa cukup memikat perasaan hatinya. Cinta yang dulunya masih buram, kini mulai terwarna untuk bersinar, cinta yang dulunya membingungkan, kini kebingungan itu mulai jelas dan tampak, cinta yang awalnya penuh teka teki, kini sudah terjawab semuanya. Meski tidak 100 %, tapi setidaknya ada hal yang cukup dapat dijadikan jawaban. Tesa yang sebelumnya hatinya terbolakbolik akan memaknai cinta dan bagaimana cinta, kini pun berubah, yang ada hanya apakah cinta tergantung yang menjalani ?. Sehingga cinta itu dapat berwarna, dan memberi aroma yang baik, dan dampak positif bagi yang menjalaninya. (bersambung)