Ahmad Izzuddin: Jangan Wisuda Sebelum Punya Teleskop

0
246
Dr. KH Ahmad Izudin M.Ag saat menjadi keynote speaker dalam Acara Falak Expo, Kamis (26/10). Foto. Jadul.doc
Dr. KH Ahmad Izudin M.Ag saat menjadi keynote speaker dalam Workshop Teleskop, Kamis (26/10). Foto. Jadul.doc

Justisia.com- Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia sekaligus Kaprodi S2 Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang, Ahmad Izzuddin mengutarakan harapannya kepada mahasiswa Ilmu Falak UIN Walisongo agar mempunyai teleskop sendiri. Pesan tersebut disampaikan pada acara Workshop Teleskop yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Falak, di Auditorium 1 lantai II, UIN Walisongo Semarang, Kamis (26/10).

Izzuddin mengungkapkan kebanggaannya kepada beberapa mahasiswa yang sudah mempunyai teleskop sendiri, hal ini karena ilmu falak merupakan ilmu observasi dan pengamatan, maka kurang lengkap jika sarjana falak tidak mempunyai teleskop atau alat-alat falak lainnya.

“Bila perlu, jangan wisuda kalau belum punya teleskop,” kata Pengasuh PP Darun Najah Live Skill tersebut.

Ia menambahkan bahwa Ilmu Falak bukan hanya sebatas theory of science, namun juga terdapat ilmu politik dan sosial.

“Dulu mau jadi hakim harus bisa falak, sekarang tugas falak tidak ada di hakim tapi di kemenag,” imbuh pria asal Kuds tersebut.

Kepala Pusat Astronomi Assalam dan Ketua Umum DPP Astrofisika, AR Sugeng Riyadi mendukung pernyataan Izzudin perihal maasiswa falak harus memiliki teleskop.

“Itu merupakan pernyataan yang bagus, dan kita jangan pesimis bahwa memiliki teleskop adalah suatu yang sulit. Teleskop gak harus yang mahal, ada yang 2 juta bahkan kalo mau buat sendiri cuma butuh uang 500 ribu, gak harus teleskop kelas digital yang berharga ratusan juta,” kata pria yang sudah berkepala lima ini.

Muhammad Akmal Habib, salah satu peserta workshop juga menilai memang selayaknya mahasiswa Ilmu Falak mempunyai teleskop walaupun mahal.

“Jika mahasiswa benar-benar mencintai Ilmu Falak, pasti ada usaha untuk mempunyai alat sebagai penunjang kecintaannya terhadap Ilmu Falak walaupun mahal,” ungkap mahasiswa semester 3 Jurusan Ilmu Falak ini.

Acara Workshop Teleskop kali ini dihadiri sekitar 180 peserta, yang rata-rata mereka berasal dari jurusan Ilmu Falak. (Red; Dull/ed:Muft)