UIN Walisongo jadi Tuan Rumah Munas HM HES yang Pertama

0
207
Perwakilan delegasi peserta Munas HM HES se Indonesia berfoto bersama. (foto: vivi/ justisia.doc)

Perwakilan delegasi peserta Munas HM HES se Indonesia berfoto bersama. (foto: vivi/ justisia.doc)

justisia.com Himpunan Mahasiawa Hukum Ekonomi Syariah (HM HES) se-Indonesia menyelenggarakan Seminar Nasional dalam rangka Musyawarah Nasional (Munas) HMJ/HMP/HIMA HES 2017 di Auditorim 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Selasa (15/08).

Seminar yang mengangkat tema “Reaktualisasi Hukum Ekonomi Syariah dalam Penguatan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia” dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta dari berbagai kampus di Indonesia.

Empat pembicara ahli dalam bidang keuangan dan Lembaga Keuangan Syariah menjadi narasumber. Drs. H. Eman Sulaeman hadir sebagai Ketua DSN (Dewan Syariah Nasional) MUI Provinsi Jawa Tengah, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Regional III Jateng-DIY diwakili oleh Endang Supriyatun, Imam Pamuji dari ASBISINDO (Asosiasi Bank Syariah Indonesia) Semarang, serta akademisi Dr. H. Abdul Ghofur, M. Ag. yang merupakan pakar Muamalah UIN Walisongo.

Dalam materinya, Endang menyampaikan peran OJK terhadap perkembangan Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia, di antaranya memberikan pengawasan yang aktif dan terintegrasi demi menjaga stabilitas implementasi syariah dalam lembaga keuangan. Menurutnya, prosentase eksistensi Lembaga Keuangan Syariah masih dalam angka minim.

“Walau secara religi Islam merupakan mayoritas di negara kita, namun penerapan prinsip syariah dalam lembaga keuangan masih dalam taraf rendah, yaitu baru mencapai angka 5,33%,” tutur wanita berkacamata tersebut.

Namun walau demikian banyak bank konvensional yang kini ikut menerapkan prinsip bank syariah. Di samping itu, Eman Sulaeman maupun Abdul Ghofur menyatakan bahwa ada peningkatan kesadaran masyarakat muslim Indonesia untuk beragama secara kaffah (sempurna). Alasan itu pula yang mendukung peningkatan jumlah lembaga keuangan syariah di Indonesia yang terus menunjukkan angka signifikan sejak tahun 2015.

Munas HMJ/HMP/HIMA HES Indonesia baru pertama kali direalisasikan dengan menyertakan 56 delegasi dari 20 kampus PTKIN dari undangan yang dilayangkan semula ditujukan kepada 30 kampus PTKIN yang tersebar di seluruh Indonesia. Beberapa diantaranya berasal dari luar Jawa yaitu IAIN Pontianak, IAIN Padang, dan yang terjauh adalah IAIN Ambon.

Menurut ketua panitia, Hamzah, persiapan acara ini begitu mendadak sehingga hanya memakan sedikit waktu. Kampus UIN Walisongo terpilih sebagai tuan rumah sekaligus Ketua Umum Sementara hingga dilaksanakannya AD-ART nanti. Aris Pratama Gunawan, salah satu delegasi HMJ HES Universitas Muhammadiyah Surakarta mengatakan semoga setelah AD-ART terbentuk, Munas selanjutnya bisa berjalan lebih baik.

“Karena ini merupakan Munas pertama, jadi mungkin persiapan acaranya belum sesuai AD-ART karena memang belum dibentuk. Harapannya, semoga Munas-Munas selanjutnya bisa lebih terorganisir berdasar AD-ART,” kata mahasiswa berkulit sawo matang itu. (Vivi/ Dnl)