Menegakan Konservasi Hutan

0
212
(Sumber: flikr.com)
(Sumber: flikr.com)

 

Ketika manusia sadar akan pentingnya kelestarian lingkungan, maka saat itu juga manusia harus merubahnya. Menyelamatkan bumi menjadi sebuah keharusan bagi manusia. bumi yang terdiri dari lautan, daratan, pegunungan serta perhutananan. Semua itu menjadi isi bumi yang membutuhkan tangan-tangan manusia yang amanah. Salah satu menjaga bumi yaitu menjaga hutan untuk melestarikannya, konservasi hutan harus dilalukan demi terciptanya perlindungan dan pemeliharaan secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan hutan serta, menjaga sumber daya alam dan eksostemnya.

Apabila hutan sudah tidak bisa terjaga lagi, akan banyak kerugian yang hilang bagi manusia. hutan menjadi paku bumi. Apabila paku tersebut tercerabut dari tempatnya maka bangunan tersebut pasti akan roboh. Begitu pun juga bumi, apabila penebangan hutan, eksploitasi besar-besaran, serta ketidak pedulian masyarakat terhadap hutan, akibatnya volusi udara, longsor, sulitnya air bersih, serta kesulitan pula dalam memproduksi barang-barang yang bahannya terbuat dari kayu.

Untuk itu, kesadaran manusia menjadi titik pilar penting dalam merawat hutan. Tidak hanya pemerintah dalam menjaga hutan, tetapi juga masyarakat pada umumnya yang mempunyai kewajiban penting atas konservasi hutan. Pembangunan pabrik, perumahan, apartemen, dan prusahan-perusahaan besar menjadi ancaman serius bagi terjaganya hutan. Para pengusaha akan selalu mencari lahan yang tepat untuk menanam keuntungan yang lebih besar. Namun rakyat kecil yang akan kesulitan setelahnya.

Kapiltalis susah dibendung, pihak pemerintah dan pengusaha akan sering bertemu dan membicarakan peluang. Pengusaha akan selalu membujuk terhadap pihak pemerintah mendapatkan izin. Kunci dari semua ada di kedua belah pihak, antara pemerintah dan pengusaha tersebut. Dunia kapitalis akan selalu berusaha menguasi dunia, siapa yang punya modal dia yang berkuasa. Pemerintah harus membela masyarakat, berpandangan luas, dan melihat kedepannya.

Kapitalisme yang berawal dari negara Amerika menjadi menyebar luas dalam meraup keuntungan tanpa mempetimbangkan, kapitalisme semakin menjadi setelah kekalahan Uni Soviet dari Amerika pada perang dingin. Namun semenjak sekitar 2007, Amerika yang mengawali kapitalisme tersebut mulai sadar akan lingkungannya. Dalam bukunya Thomas L. Friedman yang berjudul “Hot, Flat, and Crowded” menjelaskan kseadaran warga Amerika akan lingkungannya mulai dikembangkan, seperti di berbagai universitas di Amerika mulai di diskusikan oleh mahasiswa, (Thomas, 2009: 283).

Dunia Islam mengenal pedoman hidup kitab suci berupa Al-Quran yang diwahyukan kepada Nabi Muammad, terdapat beberapa ayat atas larangan manusia merusak bumi dan seisinya. Tidaklah lain manusia adalah memiliki amanat penting dalam menjaga pelestarian lingkungan. Ayat yang mendukung atas pelestarian hutan harus di impelemntasikan di kehidupan dunia, khsusunya bagi orang Indonesia, yang notabennya penduduk muslim terbanyak di dunia. “Aku hendak menjadikan khalifah ( pengganti, penguasa, pemimpin) di bumi, (Al-Baqarah:30).

Dalam ayat selanjutnya Allah melarang juga ” janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi, sesungguhny Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan,” (QS Al-Qasash:77). Ini yang harus diperaktekan oleh umat muslim. Jika umat muslim di Indonesia meneladani apa yang sudah terdapat dalam Al-Quran baik itu larangan maupun perintah maka dunia akan lebih baik lagi.

Undang-undang Republik Indinesia Nomor 32 tahun 2009, tentang pengelolaan lingkungan hidup mengatur untuk lebih tertata kelola dan terjaga pelestariannya. Dalam pasal pertama. Poin ke ketiga menyatakan “Pembangunan berkelanjutan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan”.
poin ke empat menyatakan, “Rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang selanjutnya disingkat RPPLH adalah perencanaan tertulis yang memuat potensi, masalah lingkungan hidup, serta upaya perlindungan dan pengelolaannya dalam kurun waktu tertentu”.

Seyogiannya, manusia selalu menaati apa yang sudah dititahkan oleh Tuhan baik itu larangan dan perintah baik itu berupa nash, undang-undang yang sudah diatur negara, maupun adat. Solusi untuk melestarikan hutan dan menguntungkan tanpa mengeksploitasi yaitu dijadikannya tempat-tempat destinasi yang rindang, sejuk, dan menarik untuk orang-orang pergi liburan.

Oleh Jaedin el-Barbazy