“Kelahiran Gus Dur Berkah Tuhan untuk Bangsa Ini”

0
197
Abraham Silo Wilar (sumber foto; G Studies)
Abraham Silo Wilar (sumber foto; G Studies)

“Hari kelahian Gus Dur merupakan berkah yang besar bagi bangsa ini, sosok beliau yang humanis, dan pejuang perdamaian di tengah-tengah kemajemukan Indonesia,” tutur Pendeta Abraham Silo Wiliar di acara memperingati Harlah Gus Dur yang dilaksanakan di Klub Merby Semarang (06/08) malam.

Hadirnya Pendeta Abraham Silo Wilar, seorang pendeta yang mengenyam pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Jakar yang konsen studi Islam, salah satunya dari judul skripsi, yakni Peran dan Pemikiran Perempuan di dalam NU studi kasus di ponpes Raudlatut thalibin, Rembang.

Berikut ini adalah hasil wawancara reporter justisia.com kepada Pendeta yang akrab di sapa Silo mengenai sosok seorang Gus Dur yang sangat hangat tidak hanya di kalangan umat Islam sendiri akan tetapi juga di kalangan agama lain.

Apa arti merayakan kelahiran Gus Dus bagi Pendeta Silo sendiri?

Beliau ini adalah seorang uslim yang kaffah, kuat imannya sekaligus bisa memperhatikan yang lemah yang beda agama. Merayakan hari kelahiran Gus Dur bagi saya merayakan berkah Tuhan, tidak semua orang seperti dia. Dari sekian banyak orang, kok ada satu seperti Gus Dur artinya Tuhan bekerja untuk bangsa ini melalui beliau.

Menurut anda sendiri apakah setelah kepergian Gus Dur ada sosok tokoh muslim seperti Gus Dur?

Kalau dibilang seratus persen mirip tidak, bagi saya Gus Dur tidak tergantikan. Akan tetapi semangat beliau terdapat di beberapa ulama-ulama yang senior, salah satunya Gus Mus.

Sikap atau pemikiran Gus Dur yang paling berkenang secara khusus bagi anda sendiri?

Sikap atau pemikirannya yang paling mengenang bagi saya, adalah keberaniannya melintasi batas, yang saya kira dikalangan anak muda belum tentu berani. Misalnya bagi pemuda Kristen berani atau tidak meneliti kedalam pondok pesantren? Berani tidak membela yang bukan satu agamanya? Saya kira tidak semua orang bisa melakukan hal itu. (Rep.Ruri/Ed.Rais)