Kampanyekan Toleransi dengan Cara Milineal

0
160
Pendeta Aryanto Nugorho (sumber foto: jagi.or.id)

 

Mengkampanyekan toleransi kepada generasi mileneal harus dengan cara milineal.

“Generasi sekarang (red: milineal) tipikalnya tidak terlalu senang digurui tapi dilibatkan dalam sebuah acara,” tutur Pendeta Ariyanto Nugroho setelah mengikuti acara Harlah Gusdur ke-77 di Club Merby Semarang, Minggu (6/08) malam.

Penyampaian semangat toleransi harus berlajut dari transfer knowledge menuju behaviour.

“Misalnya, menggunakan film-film, musik, novel, dan media daring yang berisikan semangat menebarkan toleransi. Ini cara menyemai toleransi pada generasi milineal dengan milineal,” ucap pria asal Semarang itu.

Pria yang menggembala Gereja Jamaat Allah Global Indonesia Semarang menyayangkang kala penyampaian semangat toleransi masih dalam tataran transfer pengetahuan.

“Kelemahan penyampaian sejarah, nasionalisme, dan toleransi di negara kita masih berupa penataran yang sifatnya menjenuhkan. Bangsa-bangsa lain yang akar nasionalismenya kuat, menyampaikanya melalui musik, film atau media sosial,” tuturnya kepada reporter justisia.com.

“Ketika pihak-pihak intoleran begitu giat mengkampanyekan semangatnya, kaum toleran harus melakukannya dengan nuansa kreatif,” ujarnya

Acara yang bertajuk Merawa Kebangsaan, Melindungi Keberagaman dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, seperti Khoirul Anwar (ELSA Semarang), Romo Alysious Budi Purnomo (Paroki Katoli Unggaran), Pendeta Aryanto Nugroho (JAGI), Pandita Agus (Walubi), Pendeta Abraham Silo Wilar (Dosen UKSW), Kwa Tong Hai (Konghucu)

Dari Rumah

“Jadi saya merasa bahwa toleransi tercipta waktu di rumah bukan waktu kita di depan umum. Karena sikap kita di bangun di keseharian bukan seremonial,” tegasnya.

Menciptakan toleransi harus di mulai dari strata sosial lalu mengajak teman dalam melakukan perjumpaan lintas iman.

“Jadi aku dan kamu akan berubah menjadi kita,” kata putra Nugroho Tjahjadi.

“Pengenalan lintas iman harus beranjak dari seremonial elit di depan umum diwujudkan melalui perbincangan-perbincanagan personal,” pungkasnya. (Rep. Rais/Ed.Mufti)