Sepak bola, Sebuah Hobi atau Profesi

0
1499
(sumber: bolaindo.com)
(sumber: bolaindo.com)

Sepak bola olahraga yang sangat di gemari seantero jagad. Semua orang ingin menjadi pemain sepak bola karena permainan ini sangat menyenangkan. Dari masa anak-anak kenal dengan bola yang di anggap hanya mainan saja, dan sepak bola tak lain hanya sebuah hobi pada masa itu. Banyak yang bilang ketika di tanya tentang kesukaanya pasti menjawab sepak bola. Entah itu dari kalangan apa saja sepak bola selalu menjadi olahraga nomor satu di masa anak-anak. Sepak bola olahraga paling murah hanya bermodalkan bola plastik saja sudah bisa memainkan permainan ini itu salah satu faktor mengolah si kulit bundar menjadi primadona anak-anak.

Di masa anak-anak pula potensi berbakat pemain sepak bola dapat dilihat, dari segi mendribel dan menendang bolanya. Tetapi banyak juga para orang tua yang tidak menginginkan anaknya menjadi pemain sepak bola, bahkan hanya sekedar bermain pun tidak boleh. Hobi ini ketika mulai dari fase remaja akan mulai kelihatan mana yang dapat diperjuangkan untuk menjadi pemain. Para remaja ini tidak banyak yang tahu kalau sepak bola juga bisa dijadikan profesi, bukan hanya sekedar hobi.

Ketika seseorang ingin menjadikan pemain sepak bola sebagai profesi, maka banyak persiapan yang harus di lakukan, dari usia dini sudah dimasukkan SSB (Sekolah Sepak Bola) umur 8 sampai 10 tahun dikenalkan dulu cara bermain bola yang benar, ketika memasuki usia 11 sampai 15 tahun mulai diberi latihan mendribel dan menendang dengan baik, menginjak usia 16 sampai 19 tahun mulai belajar menguatkan fisik, memasuki usia 20 tahun ke atas sudah siap menjadi pemain profesional. Itulah kira-kira yang diterapkan oleh negara-negara sepak bola seperti Jepang dan Korea Selatan.

Indonesia sudah lama mengenal sepak bola bahkan pernah ikut serta dalam piala dunia pada tahun 1938. Tetapi pada saat itu sepak bola hanya menjadi sebuah hobi saja, belum sampai menjadi profesi yang bisa menghasilkan uang banyak. Untuk mengisi perlawanan terhadap Belanda yang pada saat itu menjajah Indonesia. Sepak bola di era sekarang sangat menjanjikan baik bagi pemainnya maupun klubnya, karena permainan ini bak ladang basah bagi siapa saja yang mau menanamkan sahamnya di perusahaan klub. Semakin populer dan prestasi sebuah klub meningkat maka pundi-pundi uang pun mengalir deras di kantong para pemain maupun pemilik modal.

Sepak bola di Indonesia

Popularitas sepak bola di Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Inilah olahraga paling populer di negara kita. Sebagian besar masyarakat menggemari. Bahkan, cukup banyak yang memainkannya. Akan tetapi, prestasi sepak bola Indonesia masih jauh di bawah harapan. Fakta ini mengenaskan karena seharusnya popularitas sepak bola bisa berbanding dengan kesuksesan. Logikannya, semakin banyak yang bermain, makin besar pula pilihan pemain berkualitas.

Sayang, cerita berbeda terjadi di Indonesia. Orang yang memainkan sepak bola memang banyak. Namun, hanya sedikit yang serius menekuninya menjadi karir. Sepak bola di Indonesai maih di pandang hanya sekedar hobi. Banyak alasan yang melatarbelakanginya. Namun, penghargaan sosial yang minim diperoleh peepak bola menjadi salah satu alasan.

Di Indonesia, pesepak bola belum menjadi profesi bergengsi. Selain karena faktor jangka waktu karir yang pendek, menjadi pemain sepak bola ternyata masih belum dinilai mampu mengangkat status sosial seseorang. Alhasil, sangat jarang ada orang tua yang menganjurkan anaknya untuk berkarir di lapangan hijau.

Akibatnya sangat terlihat dalam jumlah bibit pesepak bola muda. Jumlahnya tidak banyak karena sangat sedikit yang menyeriusi sepak bola menjadi jalan hidup (National Geographic Indonesia). Namun, hal itu sekarang sudah mulai diperbaiki untuk menambah banyak bibit muda Indonesia. Ini sudah terlihat dari kompetisi kelompok umur hingga liga profesionalnya. Di kelompok umur ada Liga 1 U-19, di liga profesionalnya ada Liga 1, dan Liga 2 yang semuanya itu berpihak kepada pemain muda.

Regulasi dari Liga 2 pemain harus berumur 25 tahun kebawah, yang berumur 25 tahun keatas hanya dibatasi menjadi 5 pemain saja, sementara di Liga 1 mewajibkan pemain U-23 bermain selama 45 menit dari awal (sekarang sedang di tangguhkan), dan pemain yang berumur 35 tahun keatas hanya boleh 2 pemain saja. Banyak pro dan kontra terkait regulasi ini, tapi pada dasarnya PSSI (Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia) selaku federasi ingin kompetisi di Indonesia yang bermuara ke Tim Nasional yang kuat dan berprestasi.

Dari regulasi tersebut sudah banyak pemain muda yang terjaring ke Timnas, ini menandakan bahwa kebijakan tersebut berhasil walaupun belum ada prestasi. Sebelum regulasi ini ada di Indonesia pemain muda jarang di mainkan dan tidak beri pengamalaman bermain walaupun hanya sebentar. Banyak yang bilang regulasi ini sangat memaksakan pemain yng belum siapdari segi skill maupun mental. Namun terkadang paksaan bisa menjadi kesuksesan yang tak di sangka. (Yakub/j)