Rektor UIN Walisongo, Prof DR Muhibbin M.Ag, saat menyampaikan sambutannya di hadapan ratusan wisudawan UIN Walisongo Semaran, Kamis (27/07). Foto: Saifur
Rektor UIN Walisongo, Prof DR Muhibbin M.Ag, saat menyampaikan sambutannya di hadapan ratusan wisudawan UIN Walisongo Semaran, Kamis (27/07). Foto: Saifur

justisia.com – Rektor UIN Walisongo, Muhibbin menyampaikan pesan di depan 927 wisudawan, bahwa lulusan UIN Walisongo jangan berharap menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS.

“Saya mengingatkan sekali lagi jangan sampai para wisudawan berharap menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tapi kalau ada peluang ya tidak masalah. Jangan sampai kecewa karena peluangnya sangat kecil,” kata Muhibbin di ruang tamu Auditorium II Kampus III UIN Walisongo, Kamis (27/08) siang.

Ia menambahkan bahwa selepas lulus para alumni UIN Walisongo lebih baik untuk menekuni dunia ke wirausahawa dengan melihat peluang yang ada.

“Maka lebih bagus saya sarankan untuk menjadi wirausahawan. Kita sudah membekali mahasiswa dengan dua sks tentang kewirausahaan,” terang Muhibbin.

Pria asal Demak itu menuturkan, kepercayaan diri akan terbentuk ketika mahasiswa menekuni dunia wirausaha.

“Berbekal percaya diri dan lebih banyak menekuni wirausaha, saya kira bersaing kapan pun dan dimanapun akan siap dengan memilih jenis usaha yang sesuai dengan dirinya. Wirausaha tidak mudah asal ditekuni dan yakin dengan terus belajar saya kira akan mampu untuk menjalaninya,” ungkapnya.

Muhibbin optimis bahwa lulusan mahasiswanya akan tetap mampu bersaing di dunia luar, dengan berbekal ilmu kagamaan yang telah mereka kuasai.

“Saya yaqin kalau lulusan UIN Walisongo, pengetahuan dan pengamalan terhadap Islam yang rahmatan lil alamin. Mengamalkan ilmunya bermanfaat bagi masyarakat dan bagi dirinya bangsa dan negara,” pungkasnya kepada wartawan justisia.com saat ditemui setelah acara wisuda.

Acara wisuda kali ini diikuti sebanyak 927 wisudawan dari tingkat Ahli Madya, Sarjana, Magister, dan Doktoral. (j/MD)