sumber ilustrasi: suaramerdeka.com
sumber ilustrasi: suaramerdeka.com

justisia.com – Rektor UIN Walisongo Muhibbin Noor menerangkan pendanaan terhadap instansi yang minim berimbas terhadap pembinaan mahasiswa yang kurang maksimal dan menegur pengelola website walisongo.ac.id.

“Apresiasi saya terhadap atlit pioner yang membanggakan kampus. Dari saya hanya ucapan bisa menyampaikan selamat. Kita dari kampus hanya bisa memberikan piagam penghargaan. Kalau ucapan terimakasih berupa uang, nunggu cair dari Kementrian Agama karena uang kita sangat minim,” tuturnya dalam acara Buka Bersama di Rumah Dinas Rektor, Kampus I UIN Walisongo, Senin, (5/5) sore.

Ia menambahkan bahwa transformasi IAIN ke UIN sangat menguras keuangan, terutama untuk tenaga administrasi baru berjumlah 98 dan dosen tetap non PNS berjumlah 75.

“Mereka (tenaga administrasi dan dosen tetap non PNS) memiliki mulut yang harus di isi. Semuanya di gaji murni dari uang mahasiswa. Ditambah uang SPP mahasiswa kita sejak zaman baheula 600 ribu rupiah,” tambah pria asal Demak.

Muhibbin Noor mengharapkan agar Wakil Rektor III yang bergelut di bidang kemahasiswaan dan kerjasama untuk segera merapatkan barisan dengan Wakil Dekan III dilingkungan UIN Walisongo serta mahasiswa untuk menemukan solusi dari minimnya anggaran yang ada. “Saya tidak tahu caranya, intinya WR III segera koordinasi,” ucapnya.

Selain berbicara mengenai kondisi keuangan yang menjadi problem, orang nomor satu di UIN Walisongo itu menegur pengelola website walisongo.ac.id.

“Saya lihat masa berita di website UIN Walisongo masih aja ucapan selamat kepada salah satu profesor yang baru kemarin dilantik. Lha mau mengunggah berita prestasi UIN kapan ?. Orang kan seneb lihat berita itu-itu terus,” ucap Mantan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum itu.

Dirinya mengklaim sudah berulangkali menghimbau kepada pengelola agar selalu diperbaharui. “Dulu ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri dipasang sampai tiga bulan lebih. Kalau tidak diingatkan mungkin akan lebih lama lagi,” katanya disambut tawa oleh hadirin yang hadir dalam acara tersebut.

“Selain di website, kita juga harus merambah media-media mainstream di Jawa Tengah untuk mempublikasi tentang prestasi-prestasi yang kita raih. Kampus tetangga dapat satu emas masuk koran, masa kita dapat tujuh tidak masuk koran ditambah tidak diunggah di website resmi UIN,” tukasnya. (FAD)