Begawan Pembongkar Inferioritas Sejarah Nusantara

0
259

Judul : Sukuh; Misteri Portal di Gunung Lawu

Tahun Terbit : Cetakan 1, Mei 2012

Halaman : XI + 372

ISBN : 978-602-18-2580-8

Penerbit : Coopex Media

Penulis :Rizki Ridyamasra

Peresensi : Lesen

Novel yang menggambarkan tentang misteri portal Gunung Lawu di awali dengan sebuah tulisan yang dibingkai dengan garis tipis membentuk persegi di ambil dari karya Juri Lina yang berjudul Architect of Deception- Secret History of Fremasonry

Ada tiga cara melemahkan dan menjajah suatu negeri. Pertama, kaburkan sejarahnya. Kedua, hancurkan bukti-bukti sejarah bangsa itu hingga tak bisa lagi diteliti dan dibuktikan kebenarannya. Ketiga, putuskan hubungan dengan leluhur mereka serta katakana katakana bahwa ia leluhurnya- bodoh dan primitif

Novel bergenre sejarah ini sejenak membuat pembaca berpikir kembali mengenai arti sebuah kedaulatan yang dimiliki oleh bangsa ini. Gembar-gembor tentang kedaulatan yang digambarkan dengan sejarah yang nyatanya masih kita perdebatkan karena adanya ketidakberpihakan cerita masa lalu terhadap sprit berbangsa dan bernegara, melainkan kita bangsa Indonesia- sedang merayakan imperialisme dan kolonialisme gaya baru. Kedaulatan seperti kata yang besar makna kosong fondasinya.

Kisah tentang situs bersejarah mengenai Gunung Lawu sebagai sebuah misteri yang tertangkap oleh Badan Antariksa milik Amerika NASA[1]– yang kemudian difrasekan dengan ciamik oleh Dan Brown dalam magnum opus-nya The Lost Symbol (2009) bahwa pada tahu 1991 tersimpan sebuah dokumen brankas direktur CIA[2], bahwa di sekitar Gunung Lawu tersebut masih ada di sana. Teks tersandinya antara lain menyebutkan dokumen portal kuno dan lokasi tak dikenal di bawah tanah. Dokumen itu juga berisikan frasa yang mencengankan.

Terkubur di suatu tempat di luar sana

Kaki Gunung Lawu terletak di Kabupaten Karanganyar[3], tepatnya di Kecamatan Ngargoyoso di kelilingi beberapa situs bersejarah, antara lain, Candi Sukuh, Candi Cetho, Candi Kethek, Pura Saraswati dan Situs Planggatan.

Dalam jalannya novel cerita tersebut, terdapat tokoh bernama Profesor Sjoemandirgo yang mati diracun oleh salah seorang agensi intelejen karena berusaha mengungkap sejarah-sejarah yang diputarbalikkan oleh penjajah. Dirinya telah melakukan riset dengan judul Rahasia Sejarah Nusantara

Pertama, ia membantah bahwasanya Candi Sukuh dan Cetho baru ditemukan oleh Belanda di abad ke-15 Masehi. Cerita-cerita yang dibuat oleh Belanda merupakan upaya memutus tali sejarah bangsa ini dengan leluhur, sejalan dengan apa yang ditesiskan oleh Juri Lina. Keduanya, telah dibangun oleh Kerajaan Induk Majapahit jauh sebelum Belanda berkunjung ke Indonesia.

Kedua, upaya memutus bangsa ini dengan leluhur dengan alibi mereka kolot, primitif, serta terbelakang.

Satelit NASA pernah merekam sinar putih yang sangat kuat di luar angkasa saat satelitnya tengah mengorbit di tahun 1995. NASA gagal mengidentifikasi dengan cepat yang berujung instansi pemerintah USA itu membuat tim dengan berisikan paranormal dari berbagai negara yang bertujuan untuk memecahkan pancaran tersebut. Upaya-upaya mereka gagal. (hlm.146)

Alat-alat yang dianggap modern oleh pihak NASA ternyata tak bisa menjangkau cahaya yang keluar dari Wukir Mahendra nama lain dari Gunung Lawu- sebagai area operasi pancaran sinar dengan sorot sangat kuat. Leluhur yang seringkali terejawantahkan oleh era bernama modern yang disusul dengan label canggih, tak kuasa takjub melihat fenomena alam jagad ini.

Munculnya manusia-manusia sombong yang ingin menyeragamkan sesuatu dengan keinginannya berbekal pencapain modernitas, tampaknya tidak bercermin pada masa lampau. Menelisik modernitas leluhur yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bangunan leluhur nusantara yang mencapai ribuan meter dari dasar permukaan laut seperti Candi Borobudur di Indonesia. Serta di negara-negara maju pun memiliki kemegahan bangunan seperti Tembok Cina di RRT, Stonehedge di Britania Raya, serta garis-garis Nazca di Peru yang hingga hari ini dapat dilihat buktinya.

Berbagai peninggalan tersebut menyajikan hidangan kepada manusia masa kini, bahwa pencapaian modern ditumpangi kesombongan yang hanya mampu membangun struktur bangunan yang paling tinggi di dunia hanya dalam hitungan meter di atas permukaan tanah.

Bantahan Profesor Sjoemandirgo membuat peneliti luar negeri Josephina dan Joh Grant yang sedang berkunjung ke Indonesia untuk mengklarifikasi tentang sejarah tersebut.

Kau tahu John ?

Apakah kamu yakin jawabannya ada di sini ?

Sepertinya begitu.

Selain Profesor Sjoemandirgo yang berupaya untuk menyelesaikan sejarah-sejarah yang belum terselesaikan, ada pula wanita bernama Hartini Surtinah.

Wanita yang menjadi dokter bersuara lantang dihadapan para delegasi internasional dalam forum para pejabat setiap bangsa untuk bebas memilih apakah mereka ingin ikut dalam dunia perdaganan bebas atau tidak. Meskipun ia lulusan Havard, tapi tak berarti membuatnya tunduk terhadap arogansi Amerika Serika melalui mega proyek bernama globalisasi.

Indonesian people ! Your country is so rich. Indonesia doesnt need the world but the worl need Indonesia. Everything can be found here in Indonesia, you dont need the world

Perkataan tegas diucapkan lantang oleh dokter Hartini untuk meyakinkan kepada orang-orang yang hadir dalam acara forum ekonomi internasional. Ucapan master of ceremony diinterupsi oleh Hartini. Tak peduli ia dikata apa oleh seisi forum. Nadanya meninggi saat puluhan wartawan berkerubut meminta keterangan kepadanya.

Nusantara adalah surga satu-satunya di dunia. Bersyukurlah Indonesia bisa berdiri di atas wilayah yang sangat kaya in. Indonesia adalah paru-paru dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan dunia pasti akan kiamat. Dunia yang butuh Indonesia ! United States, Europa, and Singapura is nothing, they cant be rich without Indonesia. Kalian liaht, ketika negara-negara tetangga kita krisis beras, rakyat kita dengan mudahnya bisa makan nasi sesuka. Lihatlah negeri ini, air bersih ada di mana-mana, tapi di Singapura, air bersih saja mereka harus beli pada Malayia. Apapun yang kita mau, ada di sini. Kalian harus tahu, kalian haru sdar jika takut mengembargo Indonesia mereka bukan apa-apa. Mereka tahu, jika mereka mengembargo Indonesia, maka neger ini akan kaya raya dan mandiri kua dan mereka menjadi susah karenanya

Permasalahan bangsa ini begitu pelik, urusan pribadi dijadikan alat politik untuk menindas si A, si B, si C. Kepentingan pribadi di atas segalanya. Mungkin kedaulatan dan kemandirian hanya bisa tercapai jika kita telah sadar, selama ini kita diombang-ambingkan secara sejarah. Dituntun untuk menjadi inferior dan tunduk kepada bangsa penjajah. Kepentingan pribadi menjarah harta negeri ini yang bernama sumber daya alam. Kedatangan mereka ke bumi pertiwi untuk mengeruk, menguasai, membuat kekacauan, hingga menjauhkan kita dari nilai-nilai adat yang selama ini kita pegang teguh.

Novel dengan tebal 372 halaman ini patut untuk di baca oleh anak-anak muda yang kelak menjadi bagian dari nahkoda negeri ini. Di tengah tari ulur kepentingan sejarah, buku ini menawarkan anti mainstream sebagai anti tesa terhadap narasi sejarah yang jalan di tempat. Meski tidak runtut sebagaimana metodologi kepenulisan sejarah pada umumnya.

Indonesia harus berubah ! pekik dokter Hartini.

[1] National Astronomy and Security of Amerika sebuah lembaga antariksa ternama ciptaan negara Paman Sam yang sering dijadikan oleh beberapa ilmuan

[2] Center Intelegent of Amerika sebuah agensi intelejen milik negara Paman Sama yang lumrah.

[3] Kabupaten yang terletak di Solo Raya yang berbatasn dengan Kabupaten Sragen (utara), Kabupaten Ngawi dan Magetan di Jawa Timur (timur), Kabupaten Wonogiri (selatan) dan Kabupaten Boyolali, Sukarta, dan Sukoharjo (barat).