Pentingnya Komitmen Santri dalam Berbangsa dan Bernegara

0
205
sumber ilustrasi: kemenag.go.id

 

Menag RI, Luman Hakim Syaifudin sedang memberikan sambutan pada acara Halaqah Kebangsaan dengan Tema Meneguhkan Semangat Berbangsa dan Bernegara Kaum Santri, di Audit II UIN Walisongo Semarang, Jumat, (12/05). Sumber Ilustrasi: kemenag.go.id

justisia.com Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menghimbau bahwasanya komitmen santri penting untuk menjaga kestabilan berbangsa dan bernegara dalam pidatonya di acara Halaqah Kebangsaan dengan tema, Meneguhkan Semangat Berbangsa dan Bernegara Kaum Santri di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo, Jumat (12/05) yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Walisongo (KALAM) Walisongo bekerjasama dengan Direktorat Diniyah dan Pondok Pesantren Kementrian Agama Republik Indonesia

“Peran santri di Indonesia sangat penting. Santri harus memahami Islam dan nilai-nilai yang terkandung didialamnya, setelah itu diaktualisasikan,” sambung pria kelahiran Jakarta.

Lukman Saifudin juga menghimbau kepada civitas akademika untuk menjadikan Islam sebagai ajaran yang ramah terhadap keragaman.

“Dengan memahami Islam dengan baik akan menjadikan fungsi kemanusiaan berjalan baik, dan salah satu ciri santri di Indonesia harus menghargai keragaman,” pungkas lulusan S1 Universitas Islam As-Syafiiyah.

Antusiasme peserta untuk mengikuti Halaqah Kebangsaan sangat tinggi, terlihat dari penuhnya Auditorium II. Pantauan reporter justisia.com peserta yang mengikuti dari berbagai latar belakang; mahasiswa, dosen, alumni dan civitas akademik.

“Acara ini selain reuni dengan para senior, kita juga bisa mengetahui betapa pentingnya peran santri dalam menjaga kebhinekaan di negeri ini,” ucap Sunandar mahasiswa semester 2 jurusan Jinayah Fakultas Syariah dan Hukum.

Reprter: Syaifur/Fadli