Mantan Menteri Pembangunan Desa Tertinggal (PDT), Marwan Jakfar, saat mengisi seminar di Auditorium II UIN Walisongo Semarang, Rabu (24/05). foto: Fadli
Marwan Jakfar saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional di Audit II Kampus III UIN Walisongo, (24-05-2017) (Doc: Fadli)

Justisia.com – Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Marwan Jakfar berpesan kepada mahasiswa UIN Walisongo agar tidak inferior.

“”Kita hari berbicara kita, untuk bersatu dan setara dengan yang lainnya. Jangan kalah saing dengan kampus lain,” ucapnya saat menjadi narasumber di di Seminar “Upaya Pemerataan Ekonomi dan Mempersempit Kesenjangan Sosial” di Audit II Kampus III UIN Walisongo, Rabu (24/03) siang.

Dalam kunjungan pertamanya ke kampus hijau itu disambut oleh Presiden Dema UIN Wali Afit Khomsani dan Wakil Rektor III Walisongo Suparman Syukur.

Pria asal Pati itu bahwa transformasi IAIN ke UIN merupakan langkah yang baik dan mahasiswa harus bangga atas kerja keras para birokrasi.”Pak Musahadi bilang ke saya kalau Walisongo sudah jadi UIN dan saya tahu kerja keras mereka membangun institusi ini,” disambut tepuk tangan oleh peserta seminar.

Kesempatan tersebut, Ia menambahkan kesenjangan di sosial merupakan faktor pendorong urbanisasi.

“Sekarang 46% orang di desa dan 54% di kota. Hal ini terjadi karena mereka di desa lekat dengan kemiskinan, pekerjaan, dan akses ekonomi,” tutur pria asal Pati.

Seminar yang dihadiri ratusan mahasiswa itu dimanfaatkan oleh Wakil DEMA UIN Walisongo untuk menghimbau agar mahasiswa memahami mengenai ekonomi.

“Salah satu tolak ukur sumber daya yang baik adapah cakap dalam bidang ekonomi ,” ucap Wakil Presiden DEMA Yogi.

Seminar ini juga penting untuk pemahaman mahasiswa.

“Memahami cakrawala ekonomi dan kemiskinan. Masykarat yang terpencil. Tentu mahasiswa akan kembali ke desa,” tutur Wakil Rektor III Suparman Syukur.

Kunjungan Marwan Jakar ke UIN Walisongo bertepatan dengan rencana pencalonan diri pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018.