Berkah Aksi Seribu Lilin

0
152
sumber iluatrsi: kompas.id
Ribuan peserta aksiKebangsaan tengah menyalakan lilir bersama. sumber ilustrasi: kompas.id

Semarang- justisia.com Sekitar seribu orang lebih memadati Taman Mentri Supeno, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (12/05). Mereka datang guna mengikuti Mimbar Kebangsaan bertajuk “Aksi Seribu Lilin untuk Kesatuan Bangsa”

Di dalam aksi tesebut berkumpul masyarakat dari berbagai elemen. Acara ini digelar sebagai salah satu bentuk aksi solidaritas. Mereka datang tidak hanya sekedar orasi saja, melainkan juga berdoa untuk keutuhan Kesatuan Nagara Republik Indonesia (NKRI). Mereka berharap negara Indonesia tetap satu walaupun terdiri dari berbagai ras dan suku. Selain itu mereka juga menegaskan bahwa agama tidak boleh digunakan sebagai alat untuk berpolitik.

Hadirnya ribuan peserta aksi, menjadi rezeki tersendiri untur para pedagang di lokasi acara. “Semakin rame, semakin banyak pembeli, jadi pedapatan meningkat,” ungkap Indro, salah satu pedagang di sekitar taman.

Pria asli Semarang tersebut juga menjelaskan bahwa keuntungan berjualan disana juga didapatkan dari strategi penjualan. Para pedagang disana bekerjasama dengan pemerintah sekitar.

Setiap ada acara apabila tidak ada konsumsi maka akan di instruksikan membeli makanan di pedagang kaki lima setempat. “Jadi konsepnya memang seperti itu, apabila tidak ada konsumsi, dan ada penikmat kuliner, pemerintah menginstruksikan untuk membeli di sekitar sini,” terang Indro yang malam itu turut mengenakan baju merah.

Banyaknya peserta aksi yang menggunakan Dresscode merah, memberikan berkah tersendiri bagi para pemulung. Susai acara banyak sekali sampah anorganik yang dibuang, sehingga masih dapat di manfaatkan oleh para pemulung yang ada di lokasi. Seperti yang dirasakan oleh salah seorang pemulung, Wito. “Ya ada keuntungannya tersendiri, bisa lebih banyak menjual botol plastik lebih dari biasanya,” tutur Wito (53) dengan wajah berseri.

Reporter: Khusna

Editor : Mufti