Apakah Islam Agama Kekerasan

0
309
sumber ilustrasi: topsy.one
sumber ilustrasi: topsy.one

Oleh: Hasan Ainul Yaqin

Di masa yang pelik ini, peperangan atas nama agama menjadi suatu yang tidak jarang dilihat mata umat manusia, pengeklaiman kafir dan masuk neraka terhadap kelompok bahkan menyerang manusia tak bersalah menjadi hal biasa dikehidupan kita. semitsal di Negara Timur Tengah seperti Suriah, mulai dari anak anak, wanita, dan orang tua dibunuh, tanpa sebab yang jelas, dianiaya hingga konflik yang berdarah darah.

Dalam pandangan dunia Islam, agama Islam telah kehilangan substansinya sebagai agama, namun bukan karena agama Islamnya itu sendiri, tetapi karena manusianya yang mengatasnamakan Islam sebagai penyulut api melakukan kekerasan terhadap pihak lain yang tidak searah pandangannya atau tidak seagama. sehingga dalam pandangan barat, agama islam dipandang sebagai agama kekerasan/Agama radikal. Benarkah islam mengajarkan kekerasan ?

Agama Islam disatu sisi dipandang sebagai agama kekerasan, disisi lain dipandang agama yang menuntunkan pada perdamaian, menurut Ali Asghar, dalam bukunya Islam dan teologi pembebasan, kekerasan dalam Islam tergantung latar belakang yang melandasinya. baik secara sosial ataupun maupun kultural. Bagaimana secara sosial dan kulturalnya ?

Turunnya Agama Islam di Arab, pada masa itu Arab kental sekali dengan tradisi Jahiliyyah, sehingga Islam tidak bisa secara tegas membasmi kejahiliyahan tersebut, meskipun Islam sudah sekuat tenaga untuk menolak kejahiyyahan. Dengan demikian, karena Islam lahir pada masa tradisi Jahiliyyah, sangat kental ada saling keterkaitan dengan tradisi tersebut.

Pada zaman jahiliyyah, kekerasan antar suku secara terus menerus dilakukan hingga sampai pada pertumpahan darah, dengan tujuan tidak lain kecuali untuk membela sukunya masing masing.

Jahiliyyah menurut Ahmad Amin, tidak hanya bermakna kejahatan, melainkan juga kekerasan, kemarahan yang tak terkendali, dan kesombongan. Islam sebagai agama perlawanan atas tradisi jahiliyyah membawa misi kedamaian yang telah dibawa nabi Muhammad. Yakni, assalamualaikum salam sejahtera atau salam damai untuk kalian, misi ini, merupakan suatu tanda, bahwa islam sejatinya adalah agama perdamaian.

Lantas apa yang menyebabkan terjadinya kekerasan dalam Islam ? menurut ali asghar, kekerasan disebabkan karena : pertama, distribusi kekayaan yang tidak adil dan merata, kedua, diskriminasi kasta dan keturunan ras, dan ketiga, karena penerapan nilai yang tidak egaliter.

Oleh karena itu, nabi tidak mengelak atau menghindar dari kekerasan, apabila kondisi menuntunya untuk melakukan kekerasan. Sebagai legendaris Islam nabi Muhammad tidak hanya mengajarkan dan menyebarkan agama secara sempit, namun beliau juga menggugat tatanan sosial, hak istimewa orang kaya dan superioritas kesukuan dan pembela hak kemanusiaan.

Islam sebagai agama yang mengatur hubungan manusia (hablun minan nas) sangat menjaga terhadap HAM, seperti dijelaskan Al-Quran, yang melarang membunuh orang tanpa sebab yang benar, janganlah kamu membunuh apa yang diharamkan oleh allah, melainkan suatu sebab yang benar.

Apabila ada sekte atau gerakan yang menyerang terhadap manusia tanpa faktor dan ketentuan yang dibenarkan oleh alquran, justru perbuatan itu bertentangan dengan ajaran Islam dan menciderai agama Islam itu sendiri yang mengajarkan humanis dan toleransi.

Konflik berdarah antar sesama manusia terjadi pasca nabi Muhammad wafat. Kejadian ini dapat dibilang, bahwa kekerasan bukan hanya dilakukan dalam ekspansi keluar dalam menyebarkan agama, melainkan pada intern umat Islam sendiri yang saling merebut kekuasaan.

Kekuatan politik sangat mendasari sikap masyarakat, sehingga segala cara dalam meraih tujuan dilakukan, tanpa menilai apakah baik, apakah pantas umat beragama mencaci kawan seagamanya hanya karena berbeda faham. Pengafiran, pemusyrikan kerap kali dilontarkan sebagai landasannya, apakah Islam sedemikian yang Rosulullah ajarkan ?

Dalam studi HAM, keadilan kepada semua manusia menjadi topik utama dalam Islam, Islam sangat menentang pada ketidak adilan, peng ekploitasian terhadap bangsa lemah, dan kepada dosa – dosa kemanusiaan lainnya seperti korupsi dan semacamnya(KKN), dan tak lupa pendeskriminasian terhadap kelompok atau agama lain.

Persamaan kedudukan dalam Islam dapat diamati tatkala bilal yang menjadi budak, ketika mengkumandangkan adzan. Makna Allahu Akbar, tidaklah hanya terbatas pada pemaknaan secara literature saja. Yang bermakna allah maha besar

lafadz Allahu Akbar, memberikan makna yang luas dengan mengedapankan egaliter, bahwa tidak ada manusia yang lebih tinggi kedudukannya terhadap manusia lain, berdasarkan kekayaan, jabatan, ataupun tahta. Sehingga dalam Islam hal yang mengencam terhadap pengeploitasian terhadap hak-hak manusia bukanlah esensi dalam Islam.

Karena watak tindakan sedemikian, melanggar hak- hak manusia. Semestinya manusia itu mempunyai hak untuk hidup, untuk makan, dan hak memenuhi kebutuhan hidupnya, namun karena mereka ditindas oleh kelas atas dan dirampas haknya, tibalah saatnya Mati dalam kelaparan, miskin dalam ketertindasan, terbunuh dalam penderitaan.

Kegagalan faham atas lafadz Allahu Akbar mengakibatkan kepada kesombongan umat Islam dengan pernyataan dirinya paling benar, umat lain salah, dirinya kuat, umat lain lemah. Dirinya besar umat lain kecil. Sedangkan lafadh Allahu Akbar yang telah disebutkan diatas, makna sejatinya tidak ada manusia yang paling mulia dan paling tinggi di hadapan Allah .

Kajian menarik tentang HAM adalah menyamakan semua manusia, terlebih menyamakan kedudukan antara pria dan wanita. Begitu revolusionernya Islam dalam menyamakan kedudukan dua makhluq tuhan tersebut. namun degradasi pemikiran yang tumbang menjadi salah tangkap dalam menyamakan kedudukan.

Baik umat Kristen ataupun Islam, seakan tidak jauh berbeda dalam menempatkan wanita dibawah laki-laki. Menurut umat Kristen, wanita hanya cukup sebagai objek wisata pemuasan syahwat pria. Sedangkan umat Islam fundamintalis, menyuruh wanita untuk selalu tunduk kepada laki laki.

Agama Islam datang membawa misi persamaan kedudukan, tanpa membedakan kaya-miskin, buruh-tuan, lelaki-perempuan, kecuali ketaqwaannya. Itu artinya Islam merupakan agama perlawanan, yaitu melawan kepada ketidak adilan, pengebirian, penindasan terhadap hak asasi kemanusiaan dan agama pembebasan yang membebaskan diri dari kemiskinan, keterpurukan, dan pendeskriminasian.