Antusiasme Orda Menyambut Mahasiswa Baru

0
216
Nampak beberapa pengurus Organisasi Daerah (Orda) stand by di pinggir jalan, menanti mahasiswa baru sesama daerah mereka. foto: Mufti justisia.doc
Nampak beberapa pengurus Organisasi Daerah (Orda) stand by di pinggir jalan, menanti mahasiswa baru sesama daerah mereka lewat. (foto: Mufti justisia.doc)

Justisia.com Dengan masuknya masa perkuliahan baru, suasana kampus UIN Walisongo beberapa hari ini sangat rami oleh calon mahasiswa baru. Seperti biasanya, saat masa-masa verifikasi atau pendaftaran, banyak organisasi kedaerahan yang membuka stand guna menarik anggota baru. Sepanjang tepi jalan sepanjang perpustakaan pusat UIN Walisongo dipenuhi oleh berbagai organisasi daerah, seperti yang terpantau pada, Selasa (23/05).

“Masa pendaftaran mahasiswa baru pada tahun ini lumayan ada peningkatan. Tadi saya berbincang dengan salah seorang birokrat Fakultas Syariah, mengatakan bahwa, daftar calon mahasiswa baru untuk Fakultas Syariah saja yang melalui jalur SPAN-PTKIAN sudah mencapai 400 orang. Ini menunjukan kuantitas yang baik, Namun perlu juga diimbangi dengan pembentukan kualitas yang baik pula,” tutur Habi, mahasiswa Fakultas Syariah sekaligus pengurus organisasi daerah Ikatan mahasiswa pelajar Blora (IMPARA).

Pada dasarnya organisasi-organisasi kedaerahan yang ada memiliki tujuan untuk membentuk atau menaungi mahasiswa yang satu daerah. Karena di sini mereka jauh dari kampung halaman, oleh sebab itu di dalam organisasi kedaerahan mereka berupaya membentuk satu ikatan kekeluargaan yang berdasarkan kesamaan daerah asal. Selain sebagai organisasi yang membentuk ikatan kekeluargaan , orda juga memiliki peran untuk membantu para mahasiswa yang mengalami kendala dalam pendaftaran, verifikasi, dan lain-lain.

“Saya di sini kan jauh dari rumah, untuk verifikasi saya tadi dibantu oleh kakak-kakak yang ada di orda. Saya juga merasa terbantu karena mendapatkan berbagai macam info mengenai dunia perkuliahan di Kampus UIN Walisongo,” ucap Nurul Laili, calon mahasiswa baru prodi Manajemen Pendidikan Islam.

Beberapa kendala sempat dialami oleh beberapa organisasi daerah dalam mendata calon anggota barunya.

“Selain itu para mahasiswa baru biasanya masih malu-malu dan segan untuk mampir ke stand,” terang Lukman , Mahasiswa Ekonomi Islam dan pengurus organisasi Ikamaru. (RFQ/MFT)