Minim Finansial, UIN Walisongo Hanya Berangkatkan 12 Cabang Lomba

0
174
(Wakil Rektor III: Suparman Syukur, saat di wawancarai 28/09/2016) (Dok: justisa/mft)
(Wakil Rektor III: Suparman Syukur, saat di wawancarai 28/09/2016) (Dok: justisa/mft)

Delegasi kontingen Pionir ke-VIII UIN Walisongo hanya memberangkatkan 36 orang atlit untuk 12 cabang lomba dan empat orang official team karena kendala finansial.

“Kita hanya mampu memberangkatkan 40 orang, masing-masing 36 atlit dan 4 pendamping untuk mengurusi akomodasi kami sediakan,” ucap Wakil Rektor III Suparman Syukur ditemui setelah membuka acara diskusi di American Corner, Selasa (21/03) siang.

Berdasarkan pengumuman nomor B-831/Un.10/R3/PP.009/03/2017 hasil seleksi atlit Delegasi Pionir ke-VIII UIN Walisongo yang akan berlaga diperhelatan Pionir ke-VIII di UIN Ar-Raniry Aceh mulai tanggal 25 April- 1 Mei 2017.

Pria yang akrab disapa Suparman ini mengatakan bahwa pihak kampus tidak mampu secara financial untuk mengikuti keseluruhan lomba yang akan diselenggarakan pada Pionir kali ini.

“UIN Walisongo tidak mampu mengikuti semuanya. Kalau semuanya kita ikuti, tidak ada uang. Dana yang kita miliki minim. Hanya sekitar 200 juta lebih sedikit,” ujar Dosen Fakultas Ushuludin dan Humaiora.

Salah satu upaya untuk menekan pengeluaran, pihak kampus akan melakukan perjalanan darat terlebih dahulu saat ke Aceh.

“Kita berangkat dari Semarang ke Jakarta naik bus. Jakarta-Aceh kita pakai pesawat. (Kita usahakan) Semurah mungkin. Kalau ikut standar nasional, mulai dari hotel-hotelnya serta macam-macam, lha dananya wong Cuma sedikit,” jelas pria asal Kebumen ini.

Meskipun minim pendanaan, kampus mengklaim memiliki target memboyong medali dalam hajatan tahunan Perguruan Tinggi Keagamaan Se-Indonesia (PTKI).

“Harapan kita memboyong 10 medali. Entah itu emas, perak, atau perunggu. Target ini realistis. Manusia akan berusaha semaksimal mungkin sedangkan yang menentukan Allah,” pungkas Guru Besar UIN Walisongo itu.

HanyaSeparuh

Berdasarkan informasi dari laman resmi kemenag.go.id di ajang Pionir ke-VIII, di UIN Ar-Raniry Aceh terdiri dari empat kategori lomba.

Pertama bidang ilmiah, yang terdiri dari empat cabang lomba yaitu Debat Bahasa Arab, Debat Bahasa Inggris, Musabaqah Karya Ilmiah Qurani dan Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK).

Cabang kedua terdiri dari10 cabang olah raga, yaitu; Futsal, Volley Ball, Tenis Meja, Bulu Tangkis, Catur, Panjat Dinding, Takraw, Pencak Silat, Basket, dan Karate.

Cabang ketiga sejumlah8 cabang seni, yaitu; Musabaqah Tilawah al-Quran (MTQ), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), Musabaqah Syarhil Quran (MSQ), Kaligrafi, Pop Solo Islami, Design dan peragaan Busana Muslim, Puitisasi Alquran, dan Marawis.

Cabang keempat terdiri dari2 bidang riset, yaitu Karya Tulis dan Karya Inovatif Mahasiswa.

Dari ke 24 cabang lomba tersebut, UIN Walisongo hanya mengirimkan 12 cabang lomba antara lain Bola Voli, Futsal, Pop Islami, Panjat Dinding, MTQ, MHQ, Debat Bahasa Inggris, Debat Bahasa Arab, MSQ, Qiraatul Kutub, Karya Tulis Ilmiah, Pencak Silat, dan, Futsal.

Wakil Rektor III membenarkan selain permasalahan finansial, ketidak ikut sertaan kampus di seluruh cabang lomba merupakan hal yang lumrah di alami oleh setiap kampus.

“Saya kira ini bukan hanya kita (UIN Walisongo) saja yang tidak mengikuti keseluruhan, kampus-kampus yang lain juga begitu,” pungkasnya.

PIONIR VIII yang akan dilaksanakan di UIN Ar Raniry Banda Aceh diikuti oleh 56 kontingen PTKI se Indonesia, terdiri dari 11 UIN, 30 IAIN dan 15 STAIN. Acara yang dihelat 25 April – 1 Mei 2017 akan berkompetisi untuk memperebutkan 51 medali emas, 51 perak, dan 51 medali perunggu. (MFT/LESSEN).