sumber ilustrasi: pewartamadiun.net
sumber ilustrasi: pewartamadiun.net

Oleh: Hasan Ainul Yaqin

Kelahiran anak dalam perkawinan merupakan sesuatu yang memang ditunggu kehadirannya. Buah hati menjadi pelengkap dalam membentuk bahtera keluarga, sehingga perkawinan yang sudah lama bertahun tahun namun belum dikaruniai keturunan menjadi kurang sempurna dan kurang lengkap.

Kasih saying orang tua terhadap anak sangat di butuhkan. Minimnya cinta kasih orang tua membuat anak menjadi tidak mengerti arah kemana harus berbuat dan kepada siapa mereka untuk menaruh perhatian, dengan demikian anak menjadi bebas dalam menentukan sikapnya.

Sosok yang sangat berpengaruh dalam kehidupan anak, adalah orang yang dekat denga mereka, dalam lingkungan keluarga yakni ayah-ibunya yang berkewajiban memelihara, menjamin, dan mementingkan keselamatan hidupnya (Taufik Makaro, 2013:12). Ketika orang tua sudah tidak menaruh perhatian kepada anaknya, jangan mengharap perilaku moral dapat terbentuk dalam tabiat mereka.

Pembentukkan tabiat yang baik hendaknya dimulai seja masa kecilnya, menurut Sigmund Freud, prilaku masa kecil anak mempengaruhi masa dewasanya (Carolyn Meggitt 2013:207). Ketika anak sudah terabaikan dari nasehat secara moral maupun finansial semasa kecilnya, maka jangan salahkan siapa, jika prilaku anak dikemudian hari bertentangan dengan norma yang berlaku.

Kasus kekerasan yang dialami anak dengan status sebagai tersangka ataupun korban, salah satu penyebabnya adalah orang tuanya, baik kekerasan secara langsung ataupun tidak langsung. kekerasan secara langsung seperti memukul, memperkerjakan di usia masih balita untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Adapun kekerasan tidak langsung inilah yang banyak dialami oleh masyarakat kita.

Tidak adanya perhatian dan mis komonikasi kepada anak merupakan sebagian contoh kekerasan secara tidak langsung yang dilakukan oleh orang tua mereka. Bagaimanapun juga anak membutuhkan belaian kasih dan perhatiannya meski tanpa memintanya. Jika mereka memperoleh perhatian dengan cara melakukan tindakan baik, mereka akan terus berbuat baik demi memperoleh perhatian, tapi bila sebaliknya, perbuatan buruklah yang akan dilakukan seterusnya (Irawati Istadi 2006: 78).

Maraknya kasus pedofilia yang terjadi belakangan ini, dengan modus iming-iming yang ada, menjadi bukti minimnya perhatian orang tua terhadap anaknya. Seperti yang dirilis dalam Koran Republika (21/03). Tapanuli-Sumut(18/03/17) 42 anak dengan modus diajak jalan-jalan, Karawang-Jabar(15/03/17) 23 anak dengan modus rayuan uang dan jajanan, Karanganyar Jateng(15/03/17) 16 anak dengan dengan modus iming-iming uang, Mataram-NTB(03/03/17) 25 anak dengan modus pemaksaan, Jabodetabek(09/03/17) 13 anak dengan group pedofil medsos.

Mengenai hak anak UU No 4 tahun 1979 menegaskan yaitu: (1)anak berhak atas kesejahteraan, perawatan, asuhan, dan bimbingan berdasarkan kasih sayang baik dalam keluarganya, maupun dalam asuhan khusus untuk tumbuh dan berkembang dengan wajar.(3) anak berhak atas pemeliharaan dan perlindungan baik semasa dalam kandungan maupun sesudah dilahirkan.

Mengingat pentingnya perawatan orang tua terhadap anak, disini Dr. Theodore Gaensbauer dalam penelitiannya menyelidiki bayi yang dilalaikan perawatannya pada usia 12-18 bulan tidak memperlihatkan rasa senang, tidak merasakan takut, dan susah ketika ibunya meninggalkan ruangan (Rochelle Semmel Albin 1986:120).

perawatan dan perhatian terhadap anak sangat mempengaruhi pola pikir dan sikapnya, sehingga anak yang terbengkalai hidupnya dari orang tua. Mereka menjadi kurang peka terhadap lingkungan sekitarnya. siapa orang lain, bagaiaman memperlakukan orang lain dan apa yang harus mereka lakukan. maka kedurhakaan orang tualah, jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.

Untuk mengahiri tulisan ini, penulis mewakili anak yang ditelantarkan hidupnya dengan doa, Allahumma ghfirly dzunuby waliwalidayya warhamhuma kama robbayani soghiro ya Allah, ampunilah dosaku dan orang tuaku, dan kasihanilah mereka, seperti mereka mendidikku semasa kecil dan sebaliknya diakhir doa tersebut, jika mereka tidak mendidikku dimasa kecil dengan baik sebagai amanahmu, engkaulah yang maha mengetahui sangsi yang pantas untuk mereka. (INUNK/MFT)