Kilas Balik Sejarah Tionghoa di Indonesia

0
186
Perwakilan dari Yayasan Nabil Didi Kwartanada memberikan cinderamata Buku “Tionghoa Dalam Keindonesiaan” pada Rektor Undip dan Dekan FIB Undip (dok.undip.ac.id)

 

Perwakilan dari Yayasan Nabil Didi Kwartanada memberikan cinderamata Buku Tionghoa Dalam Keindonesiaan pada Rektor Undip dan Dekan FIB Undip (dok.undip.ac.id)

Justisia.com Kita hampir tidak pernah tahu menahu soal sejarah Tionghoa di Indonesia. Di mana campur tangan mereka terkait dengan perkembangan Indonesia sendiri. Tidak disangka kalau peran dan kontribusi mereka sangatlah banyak terhadap perkembangan bangsa ini. Tema Tionghoa dalam Ke-Indonesia: Peran dan Kontribusi Bagi Perkembangan Bangsa merupakan upaya para akademisi untuk melihat rekam jejak atas peranan dan kontribusi Tionghoa Indonesia di masa silam yang diangkat oleh Yayasan Nabil sebagai diskusi kali ini.

Bertempat di gedung ICT lantai 5 Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro Semarang, Guru Besar Ilmu Sejarah FIB Undip Prof Singgih Tri Sulistyono, M.Hum, memaparkan bahwa menilik sejarah untuk kita tarik ke belakang, masuknya orang Tionghoa ke Nusantara sudah cukup lama.

“Namun hal ini lebih didahului oleh orang-orang dari India. Sebelum orang-orang India datang ke Nusantara memang sudah ada perdagangan di berbagai pelabuhan di Asia Tenggara. Kemudian pada abad awal masehi orang India mulai datang ke Nusantara untuk berdagang, hal ini yang membuat orang-orang China untuk berdagang di kawasan nusantara juga,” ujar pria asal Grobogan

Peristiwa tersebut terjadi setelah abad ke 4 masehi. Kemudian orang-orang China yang tradisinya merantau mereka justru melalui hubungan darat dengan melalui Asia Tengah hingga Eropa. Sedangkan untuk laut selatan, yakni menuju Nusantara baru terjadi kemudian.

Inisiatif utama yang berhubungan dengan orang-orang China justru dari orang-orang Nusantara sendiri. Orang-orang China yang merantau pertama kali lewat jalur laut selatan yakni diprakarsai oleh para biksu Budha yang ingin belajar agama Budha di India. Namun sebelum menuju ke India mereka belajar terlebih dahulu di Kerajaan Sriwijaya.

“Baru setelah era tersebut, para orang-orang China yang berdagang lewat jalur laut selatan menuju Nusantara kurang lebih pada abad ke 11 dan 12 masehi. Ekspansi orang-orang China menuju Nusantara semakin hari semakin bertambah banyak. Kemudian di dalam perjalanannya terutama pada masa Dinasti Ming terdapat ekspedisi Cheng Hoo yang membawa para prajurit dan pengikutnya untuk menyebarkan agama Islam,” tutur Dosen Sejaran FIB Undip

Suatu ketika para prajurit dari kaisar Cheng Hoo ini terdapat 10 prajurit yang sedang mengalami sakit dan harus mendapatkan perawatan di darat. Maka, kaisar Cheng Hoo pun meninggalkan mereka di daratan Kota Semarang. Mereka berjanji jikalau sudah sembuh maka akan menyusul rombongan kapal Kaisar Cheng Hoo. Namun setelah mereka sembuh bukan menyusul rombongan kaisar, malah mereka berserawungan dengan masyarakat setempat. Hingga mereka menikahi perempuan-perempuan pribumi saat itu.

Karena mereka muslim, maka mereka sekaligus menyebarkan agama Islam. Namun penyebaran ini masih bersifat sporadis. Pada masa selanjutnya kedatangan pedagang China banyak yang beragama Islam, karena mereka datang dari dataran China selatan. (Yaqin/Lesen)

 

Bagian 1 : Kilas Balik Sejarah Tionghoa di Indonesia

Bagian 2 : Warisan Kolonial Jadi Bibit Konflik