Indahnya Ilahi atau Birahi?

0
251
sumber: Goodreads.com

 

(sumber: Goodreads.com)

Judul :Perempuan yang Dihapus Namanya(Kumpulan Puisi)

Penulis : Avianti Armand

Penerbit : PT Gramedia Utama Jakarta

Tebal : 86 halaman

Terbit : I, Januari 2017

Peresensi : Alhilyatuz Zakiyah Fillaily

Sekali, dua kali, tiga kali, oh berkali-kali ternyata saya harus membaca. Supaya paham, tetapi mengulang menafsirkan kembali, menerka lagi. Begitulah apa yang saya alami ketika membaca teks-teks yang kita kenal sastra. Gnothi Seauton!

Perjanjian Lama atau Taurat yang dimiliki kaum Yahudi, juga menjadi tongkat bagi mereka untuk menyelami kehidupan supaya dapat ke tepi. Rasa-rasanya perempuan selain menjadi sumber keindahan baik di muka bumi maupun nanti di akhirat, juga menjadi pembahasan yang tak pernah lekang oleh waktu. Perempuan-perempuan yang dimuat dalam Perjanjian Lama diupayakan oleh Avianti Armand untuk memiliki arketipe baru dalam puisi. Melalui riset Arvianti Armand terbentuklah buku ini.

Sekilas saya memahami isi dari buku ini yang keseluruhannya tentang perempuan meletakkan Avianti Armand sebagai pembaca yang merekonstruksi pembahasan tentang perempuan yang masih tersirat dalam Perjanjian Lama, lalu menuliskannya berdasarkan penafsiran ulang. Terkait metode dan corak penafsiran Arvianti Armand mensenjatai kegelisahannya menggunakan metode maudhui. Dimana penulis menggunakan tema perempuan sebagai bahan tulisan.

Diantara surat yang digunakan penulis keseluruhan membicarakan tentang perempuan yaitu; Qumran, 4Q184, Kejadian 38: 6, Kejadian 38: 7, Kejadian 38: 8-9, Kejadian 39: 13-14, 2 Samuel 11: 3, 1 Raja-Raja 21: 14, 1 Raja-Raja 18: 40, 2 Raja-Raja 9: 37, 2 Raja-Raja 10: 8, 2, dan Raja-Raja 10: 17.

Buku ini bukan sekedar memberikan informasi. Lebih dari itu, fungsi sastra melekat dalam setiap kata-nya. Pertama fungsi estetis yaitu manfaat yang dapat memberikan keindahan bagi pembacanya. Avianti merekonstruksi ayat-ayat suci ke dalam bait-bait puisi.

Gulungan dokumen laut mati, Qumron, 4Q184 (Perempuan penggoda: gerbang-gerbangnya adalah kematian, dan semenjak ambang ia telah membuka kubur. Tak satupun yang masuk akan perbah kembali. Dan yang memujanya akan jatuh ke dalam lubang).

Sebuah lubang terjadi ketika mereka menggosok lembar-lemabr papyrus tua untuk menghapus nama permepuan itu dari Kitab, dan dalam lubang itu mereka melihat sebuah liang dalam kepala, sebuah liang yang berisi sepetak makam, arus, malam yang muram, tubuh perempuan yang terbujur rusak, lelaki, lelaki, lelaki yang menggumamkan mantra dna menggenggam jimat, ketika angin itu geram, dengan getar di batang leher: ki-si-kil-lil-la-ke, ki-si-kil-lil-la-ke dan di subuh dna tanah retak roh-roh yang gelisah meruap dari sela-sela, seperti bayang-bayang di langit-langit batu, dan kemudian di atas perempuan itu turun gelap yang sangat, hitam di atas hitam, hitam yang menggumpal dalam kepalan, tapi pada bibirnya ada merah yang membasahi laki-laki itu beserta kaki-kakinya yang gelisah hingga ujung, ya, ke sebuah tanda di kening yang bukan ilahi melainkan birahi.

Kedua, fungsi moralitas yaitu manfaat yang dapat membedakan antara perbuatan yang baik dan yang tidak baik bagi pembaca. Saya akan mengisahkan tentang Tamar. Ini sedikit sekali yang saya pahami dari membaca ayat yang dilengkapi tafsir berupa puisi. Yehuda melakukan perzinaan dengan Tamar. Yehuda dengan perempuan lain memiliki anak bernama Er yang menikah dengan Tamar.

(Kejadian 38: 7 : Tetapi Er anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata Tuhan, maka Tuhan membunuh dia.)

Avianti menggambarkan kondisi sepasang suami isteri di malam pertamanya. Di akhir bait sebelum pada ayat dan puisi yang baru terlantun; Tuhan adalah tangan yang terayun. DitebasNya siapapun yang jahat di mataNya.

Ketiga, fungsi religiusitas yaitu manfaat yang mengandung ajaran agama. Tentunya bagi umat Yahudi apa yang terkandung di dalam Perjanjian Lama memiliki peran penting sebagai jalan berpikir menyelesaikan permasalahan.

Lebih dalam lagi membicarakan buku ini, kisah perempuan-perempuan di dalamnya memiliki posisi sebagai rekan ber-seks. Meski di dalamnya memuat ajaran-ajaran spiritual. Tetapi bagaimana mengubah seks tersebut sebagai jalan spiritual ini adalah titik temu yang saya raba. Indahnya ilahi atau birahi? Kita mengetahui pada dadu Tuhan.

Tuhan lah Sang Pemilik dadu. Tak dapat diubah, tak dapat sirna. Jika manusia melanggar Tuhan bisa menjadi iri, marah, dan dendam. Seperti dalam kisah Jazabel saat melanggar. Tuhan memberikan hukuman kepada ribuan orang dengan kelaparan, bahkan membunuh. Terhadap perempuan-perempuan sebagai pelaku sejarah, bisa saja Tuhan Yang Maha Cinta tak ikhlas jika jalan ketidakbenaran menyapa. Oleh karenanya, harus benar. Keindahan Ilahi bertumpu pada jalan kebenaran. Keindahan birahi bertumpu pada jalan ketidak-benaran.

Buku yang ditulis Avianti Armand ini penting dibaca bagi pemuda terutama mahasiswa sebagai orang yang selalu penasaran, terlebih penyuka sastra. Buku ini mengandung sejarah yang tertulis dalam bentuk puisi, bahwa puisi bisa dikatakan sebagai jalan penyimpan sejarah. Hanya saja, pembaca akan menemui kondisi berpikir yang tak bisa diganggu artinya harus fokus akibat kolaborasi antara ayat dan puisi.