sumber ilustrasi : katakatamutiara.com

Salah satu dosen Fakultas Syariah dan Hukum meminta kepada mahasiswa untuk mendoakan salah satu pasangan calon gubernur beragama Muslim yang sedang bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2017 pada tanggal 19 Maret 2017.

OM mengatakan kepada mahasiswa sebelum perkuliahan selesai agar melakukan doa setelah salat.

“Mohon doanya untuk kemenangan Cagub Muslim yang akan dicoblos pada hari esok. Meskipun tidak memilih, kita harus mendorong pemimpin Muslim jangan pemimpin kafir,” ucapanya di depan kelas kepada seluruh mahasiswa di salah satu ruang perkuliahan Fakultas Syariah dan Hukum, Selasa (18/04).

“Selain itu, dia meminta kepada mahasiswa agar melakukan solat malam. Meskipun jarang solat malam, saya mohon kepada kalian untuk (kali ini) salat demi kemenangan Gubernur Muslim,” tukasnya.

Hingga liputan ini diturunkan reporter justisia.com mencoba klarifikasi kepada OM melalui pesan singkat, telepon, dan datang ke kantor fakultas untuk menemuinya. Namun hanya mendapatkan balasan melalui pesan singkat “Mengapa (pembicaraan saya) harus ada klarfikasi ?,” tuturnya melalui pesan singkat, Rabu (19/04).

Adanya ajakan untuk mendukung salah satu pasangan calon di dalam kelas yang merupakan ruang akademik, Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Hukum Sahidin menganggap hal tersebut tidak pantas dilakukan.

“Sangat tidak etis kalau pendekatannya non-akademis, tapi kalau pendekatannya politis tak bisa di ikuti bahkan bertentangan dengan dunia akademik, ucapnya melalui pesan singkat saat dihubungi reporter justisia.com,”Selasa (18/04) sore.

Senada dengan Wakil Dekan I FSH, Pengamat Politik UIN Walisongo Mukhyar Fanani menyesalkan adanya ujaran tersebut di kelas

“Seharusnya dia (dosen) mengajar mahasiswa untuk mempelajari keunggulan dan kelebihan dari kedua belah pihak secara rasional,”kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UIN Walisongo Semarang saat dihubungi reporter justisia.com melalui pesan singkat, Selasa (18/04) malam.

Setuju Pemimpin Muslim

AI salah satu mahasiswa yang mengikuti kuliah OM menganggap bahwa apa yang disampaikan oleh dosenya mengenai Pilkada DKI sesuai dengan pilihan dirinya.

“Aslinya aku mendukung Anis, soalnya sama-sama Islam karena lebih baik Islam daripada kafir. Sebenarnya Ahok bagus tapi aku masih kahwatir dengan kekuasaan Ahok yang mana Indonesia banyak menjadi kafir. Selain itu reklamasi juga kepentingan Cina,” tuturnya melalui pesan singkat kepada reporter justsia.com, Rabu (19/04).

Sama halnya denganAI, BY yang juga mengikuti kuliah OM menyetujui apa yang disampaikan untuk memilih gubernur Muslim.

“Apa gunanya pemimpin yang baik di bumi tapi di akhirat nanti apakah pemimpin itu bisa menuntun kita ke surga,” tukasnya. (Lesen, Adib)