R.I.N.D.U

0
203
sumber ilustrasi: nuansaislami.com

 

 

Oleh: Alhilyatuz Zakiyah Fillaily
sumber ilustrasi: nuansaislam.com

 

Oleh: Alhilyatuz Zakiyah Fillaily

Beberapa puisi telah ku tulis untuk-mu.

Tapi rasanya belum menemukan yang pantas untuk kau baca.

Tetapi ada baiknya, ada manfaatnya.

Engkau, membuat lembar-lembar buku-ku penuh.

Juga menghibur kesendirian-ku bersama malam.

Teruslah menemaniku, imajinasiku.

“Aku hanya rindu. Tetapi bukan berarti ingin bertemu. Bukan. Atau aku gengsi, karena kau tak mengajak-ku bertemu? Bukan juga.”

“Aku hanya rindu. Aku punya rindu? Kau punya?

“Aku buktikan aku rindu. Kalau tak rindu, aku tak menulis. Aku rindu dan sudah bertemu. Meski kau jauh di sana.”

“Bagiku kau dekat sekali di sini. Karena aku punya rindu. Sudah itu saja,”

Ah, jangan-jangan aku sudah lelah, atau sudah sangat rindu yang terlalu.

Ini bukan malam kelabu.

Sebut saja malam rindu.

(Di bawah kerinduan, 26 Maret 2017, pukul 23. 15 WIB).