Panjang Umur Para Pejuang Keadilan

0
172
sumber ilustrasi : aktual.com

 

Goro gari ning manungso

Akeh bendu kang kroso ge girisi

Korban jiwo rogo tuhu

Milo samhoyo jogo

Reboisasi tanem tuwuh iku perlu

Kanggo hangreseping toyo

Mugo biso lestari

(Musik pengantar dalam film dokumenter SEMEN VS SAMIN karya Dandhy Laksono karya Watchdog)

Hamparan sawah yang membentang dari utara ke selatan mulai menguning membuat sejuk hati warga Desa, Tegal Dowo Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang. Di depan mata burung saling mengejar satu sama lain. Sesekali menapakkan kaki di dahan padi yang menguning. Tiba-tiba, hantu-hatuan sawah terbawa angin hingga bergerak membuat burung ketakutan dan berpindah ke dahan yang lain.

Manusia sadar mengenai kebutuhannya. Sebut saja sebagai kesadaran kedua atau consiciounsness yang membedakan dengan kemampuan merawat lingkungan sekitar pada tingkat pertama dengan cognition. Kesadaran tentang lingkungan sekitar atau cognition sebagai proses kognitif yang berlangsung dengan melibatkan keseluruhan pengalaman persepsi, perasaan, intuisi dan pancaindera. Proses kognitif terjadi dan dialami oleh semua makhluk hidup (Sony Keraf, 2016: 21)

Kesadaran kongnitif wilayah Gunem tergambar dalam film garapan Dandhy Dwi Laksono Semen vs Samin. Gerilya Pabrik Semen Indonesia mencari karst di mulai sejak 2006. PT. Semen Gresik akan membangun semen di daerah Sukolilo, Pati. Salah satu daerah yang memiliki wilayah karst dengan gugusan Pegunungan Kendeng Utara. Sayang, niat untuk membangun tak direstui warga. Melakukan jihad konstitusi ke PTUN dan Mahkamah Agung di tahun 2009. Permintaan pun dikabulkan agar tidak berlanjut pembangunan pabrik tersebut.

  1. Semen bukan perusahaan kemarin sore, putusan Mahkamah Agung tak mungkin di anggap agung seperti namanya. Pepatah, ada seribu jalan menuju pendirian pabrik yang harus di cari di pedalam desa dengan bantuan-bantuan orang-orang desa berdasarkan penelitian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sesuai permintaan PT. Semen Indonesia. Hingga pada akhirnya Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang menjadi alternatif berikutnya yang akan diperjuangkan.

Bim sala bim, AMDAL PT. Semen Indonesia keluar di bulan Juni 2014. Tak mau terlarut dalam suka cita dua hari selanjutnya, 16 Juni 2014 peletakan batu pertama pembangunan PT Semen Indonesia. Warga sudah seharusnya berang kedatangan jelangkung berkerah pembangunan ekonomi. Datang tak di undang untuk mengubah ijo royo-royo mejadi abang jembrang. Hutan akan kehilangan fungsinya, warga kehilangan airnya, pencipta murka. Lantas ?

Pemblokiran menjadi sarapan pagi yang ditunjukkan kepada ribuan petugas pengamanan peletakkan batu pertama. Ibu-ibu yang berusaha memblokir jalan di anggap tidak mematuhi prosedur menyatakan pendapat, karena belum berkirim surat ke Polres Rembang. Upaya tersebut dilanjutkan dengan pendirian tenda di Gunung Bokong yang berdiri hingga hari ini.

Rakyat Hanya Berjuang

Adigium suara rakyat suara tuhan (vox populi, vox dei) di artikan secara harfiah sebagai sebuah keniscayaan yang harus di emban oleh pemimpin di wilayah penganut demokrasi. Alasan sederhana berupa dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat.

Kala mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Tengah periode 2013-2018 menebar janji akan membuat Jawa Tengah ijo royo-royo. Setelah menjadi orang nomor satu di daerah berusaha mendekat menggunakan media sosial dan menjauh dari rengekan rakyat dengan berbagai cara. Taktik tersebut disebut sering disebut defend of kepepet yang terkenal ampuhnya. Mundur selangkah demi selangkah menutup pelan pintu masuk meraih keadilan. Posisi suara rakyat sebagai suara Tuhan perlahan tertutup dengan rapi.

Apa daya, rakyat sekarang tak selugu zaman Orde Baru. Menghimpun kekuatan menjemput keadilan yang nyata di depan mata. Membela tanah air bentuk perjuangan menjaga keutuhan bangsa. Walaupun melawan orang sendiri yang berusaha tutup mata melihat permasalahan yang ada.

Menutup mata dengan tumpukan daging keserakahan demi menghalalkan beridirinya pabrik yang akan merusak lingkungan. Segala macam upaya dilakukan demi mencapai suatu tujuan. Worldview knowledge is power menjadikan seluruh objek alam merupakan pemuas kebutuhan hidup manusia. Alam tunduk pada kepentingan manusia dan diperlakukan seperti budak. Pemahaman lama sebagai ibu pertiwi yang memberi kehidupan hilang sama sekali dan secara radikal digantikan oleh cara pandang mekanistis tentang alam sebuah mesin. (Sony Keraf, 2016: 59). Orang-orangan kiriman dari surga dengan ilmu pengetahuan yang mumpuni di minta fatwa serta berkas penilitian yang akan memperkuat argumen mereka.

Jumlah investasi yang telah digelontorkan menurut tirto.id oleh PT. Semen Indonesia senilai 5 Triliun dan membicarakan target produksi tiga juta ton yang statusnya BUMN milik Negara. Alam seolah mati karena tak bisa di ajak komproni untuk menghasilkan pundi pundi kekayaan setiap waktu.

Uang triliunan rupiah berencana mendekontruksi pola naturalisme warga yang akan terdampak pabrik sejumlah 607.198 warga dengan area pabrik yang terdampak akibat kegiatan penambangan dan operasional pabrik tersebut mencapai 3.020. Jumlah tanah 131,5 hektare di antaranya merupakan kawasan karst di 14 kecamatan di Kabupaten Rembang. Defisit air merupakan harga mati yang harus diperjuangkan, angka 51 juta liter hanya angka yang mungkin dapat di balas dengan angka. Namun realita kekeringan pasca berdirinya pabrik sudah di tampilkan oleh Tuban, Jawa Timur .[1]

Pembangunan insfrastruktur dan penopangnya penting untuk digunakan oleh rakyat. Implikasi mempermudah yang lemah untuk dengan memperhatikan surplus value yang di miliki. Pembangunan itu juga semestinya tidak serta merta menghilangkan akses orang/rakyat pada taha yang sebelumnya mereka miliki. Lalu menggantinya dengan sejmlah uang dan tidak bertanggungjawab atas kelangsungan kualitas hidup rakyat pasca pengambilalihan tanah mereka. (Ismatul Hakim dan Lukas R Wibowo (ed), 2014: 174)

AMDAL PT. Semen pun ogah menganggap sah data yang dihimpun oleh Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPKK). Daerah Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih dapat memenuhi air sejumlah 51 juta liter/hari. Jumlah mata air sebanyak 109. Warga disekitar Pegunungan Kendeng menikmati 10 persennya berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan warga di 14 kecamatan, dan sisanya untuk pengairan sawah. [2]

Sebab[3], perusahaan sudah menyiapkan sejumlah lowongan kerja untuk warga Rembang. Pada saat pembangunan proyek pabrik, mereka mengklaim bisa merekrut 3800 pekerja. Masa pembangunan menurut Agung Wiharto diperkirakan akan berlangsung selama satu hingga satu setengah tahun. Setelahnya pabrik semen akan dilengkapi teknologi modern yang hanya dioperasikan 400 450 tenaga kerja. Sementara perusahaan pemasok dan pembangun proyek juga diminta komitmennya untuk merekrut warga Rembang. Komposisinya, 70 persen harus warga Rembang, jelas Agung.

Pendirian Pabrik Semen Indonesia di Rembang jauh dari semangat pembangunan para founding father. Mereka ingin mengubah susunan masyarakat dari masyarakat warisan stelsel feodalisme dan kolonialisme menuju ke arah masyarakat yang bebas dari penindasan bebas dan ketidakadilan struktural, bebas dari eksploitasi manusia oleh manusia, serta meuju masyarakat demokratis. Pabrik Semen sebagai pundi-pundi uang Negara hanya memandang segala sesuatu dari ekonomi-sich. Memandang rendah materi (ren estended thing) dibandingkan dengan jiwa dann akal budi manusia (regigitans, the thinking thing). Pengaruhnya lebih lanjut adalah alam semesta di identikkan sebagai sekadar materi yang lebih rendah karena alam hanya nilai instrumental bagi kepentingan manusaai karena alam sama halnya tubuh manusia mengenal dan berbeda dari jiwa dan akal budi manusia.

Dua, membangkitkan jiwa merdeka dan semangat kemandirian serta mengikis mentalitas bangsa terjajah sebagai nation and character building. Jeritan warga terdampak Pabrik Semen bukan hanya soal ketakutan mereka terhadap keberlangsungan hidup dirinya sendiri. Generasi penerus yang sudah di persiapkan lahan garapan akan sirna. Dalam dialog Film Semen VS Samin Gunarto dalam perbincangannya, Sedulur Sikep kan membutuhkan air sebagai penghidupan sebagai petani. Dalam duni pertanian butuh air dan tanah sebagai peningkatan produktivitas. Zaman enek moyang dulu kita di suruh untuk membayar upeti kepada penguasa. Setelah kemerdekaan namun masih ada ketidak adilan yang dilakukan oleh bangsa kita sendiri.

Ketiga membangun secara fisik sarana ekonomi untuk kesejahteraan rakyat secara adil dan merata Berkaca terhadap problem hilangnya lahan dan sumber daya hutan sering kali mengakibatkan pemiskinan dan tumbuhan ketergantungan pada bantuan pemerintah untuk sekadar mempertahankan hidup contoh nyata mengenai komunitas Spean di Malaysia atau Orang Rimba di Jambi. Hubungan kekuasaan yang tidak seimbang (imbalance) antara masyarakat lokal (adat) dan elit korporasi dan pendatang poltitis telah menlanggengkan kemiskinan dan marginalisasi. (Ismatul Hakim dan Lukas R Wibowo (ed), 2014: 4)

Panjang Umur Perjuangan

Ibu Bumi wis maringi (Ibu Bumi sudah memberi)

Ibu Bumi dilarani (Ibu Bumi disakiti)

Ibu Bumi kang ngadili (Ibu Bumi yang mengadili)

La ilaha illallah, Muhammadun rasulullah (3x)

Kompas.com memberitakan bahwa gugatan dengan obyek sengketa PT. Semen Indonesia yang digugat oleh Joko Priyatno perwakilan JMPKK dan Yayasan Walhi memenangkan perseteruan panjang pada tanggal 5 Oktober 2016 melalui amar putusan Mahkamah Agung. Mencari jalan tikus di belantara keputusan hukum yang akan merugikan saham-saham yang telah digunakan. Baik itu APBN dan maupun iuran pemilik saham untuk menghancurkan alam.

Lantunan yang selalu keluar dari mulut para pendemo yang berhari-hari menunggu pengumuman dari orang nomor satu Jawa Tengah. Mereka tidak pernah merasa lelah untuk melakukan aksi aksi yang bersifat kultural dan memilih damai ketimbang melakukan provokasi. Gerbang sebelah utara pemprov jateng dari hari ke hari bukan semakin sepi pengunjung, justru membuat para pengendara yang lewat mampir untuk mengetahui permasalah apa yang sedang terjadi.

Sejumlah kalangan LSM, aktivis, dan pegiat lingkungan silih berganti menemui para pejuang yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPKK). JMPKK sebagai bentuk perjuangan utama untuk mengubah kategorisasi suatu kelompok yang diperjuangkan itu dari status status yang mendiskriminasikan mereka menjadi status baru. Kampanye dan advokasi kebijakan dari kelompok-kelompok gerakan sosial akan memasuki babak baru ketika badan badan pemerintah suatu Negara mengubah ketegorisasi atas suatu kelompok warga yang mereka perjuangkan itu. Saat sinar matahari akan terbenam mereka kembali ke camp di Pondok Pesantren Soko Tunggal asuhan Gus Nuril

The social forces at work particular conjuncture are not radom. They are formed out of history. They are cuite particular and specific and you have to understand wha they are, how they work, what their limits and possibilities are, what they can and cannot accomplish but what it the outcome of the struggle between those different contending relations or forces is not given known predictable. It has everything to do with social practice, with how a particular contest or struggle is conducted (Kekuatan kekuata sosial yang bekerja dalam suatu konjungtur tertentu bukanlah bersifat pragmatis. Mereka dibentuk dari dan oleh sejarah. Sejatinya mereka itu khusus dan spesifik dan kamu harus mengerti apa dan siapakah mereka, bagaimana mereka bekerja, apa batas batas dan kemungkinan mereka dan apa yang mereka daapat dan apa yang tidak dapat tunaikan). (Stuart Hall, 2007: 280)

Sebelum aksi tersebut, mereka telah melakukan hal yang sama 20 Mei 2016, Doa Nusantara ini dilantunkan oleh ribuan warga Pati sebelum dan saat melakukan aksi jalan kaki (long march) sepanjang 20 kilometer dari Petilasan Nyai Ageng Ngerang di Kecamatan Tambakromo menuju alun-alun Kota Pati untuk mengajak semua pihak melestarikan pegunungan Kendeng. Lantunan doa itu kembali menggema pada aksi long march berikutnya yang menempuh 150 kilometer dari Rembang ke Semarang pada 5-8 Desember 2016.

Mereka datangi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mematuhi putusan Mahkamah Agung yang pada 5 Oktober 2016 telah mengabulkan Peninjuan Kembali (PK) gugatan mereka atas izin lingkungan kepada PT Semen Gresik (kemudian menjadi PT Semen Indonesia). Doa itu terlantun kembali oleh Gunretno, koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), pada acara MetroTV, Mata Najwa: Bergerak Demi Hak, 21 Desember 2016. Sebelumnya, pada 11-13 April 2016, sembilan Kartini Kendeng menyemen kakinya di depan Istana Negara.

Rangkaian unjuk rasa yang tidak biasa itu adalah bukti bahwa para petani sungguh merasa terancam oleh pembangunan pabrik semen di wilayah tempat mereka tinggal di sekitar pergunungan Kendengdan mereka sudah menolak pembangunan pabrik semen sejak 2006. Kesungguhan itu lahir dari tradisi yang mengakar di masyarakat lokal, yang di dunia akademik biasa disebut ekologi adat[4].

Dalam istilah Wiradi dalam buku Hutan untuk Rakyat ; Jalan Terjal Reforma Agraria di Sektor Kehutanan permasalahan agrarian di bumi pertiwi merupakan pseudo agrarian reform dimana tambang tambang yang akan mejauhkan masyarakat sekitar dari kesejahteraan melainkan akan menambah daftar panjang konflik mengenai laha. Berawal dari lahan Negara yang akan merembet ke lahan warga. (Ismatul Hakim dan Lukas R Wibowo (ed), 2014: 5)

Dalam pandangan vandergesst batasan defines teritolisasi tersebut adalah sebuah proses yang dibuat oleh Negara untuk mengontrol orang dan aktivitasnya dengan cara sekililing ruang geografis, menghalangi orang orang tertentu masuk ke ruang tersebut dan denga mengizinkan atau melarang aktivitas di dalam batas-batas ruang tersebut. (Vandergeest, 1996,.p. 159)

Keberadaan krisis lahan, peran Negara sangat dibutuhkan sebagai upaya pengejawantahan pasara. komitmen politik dapat menjadi pijakan yang kuat dengan mendayagunakan berbagai otoritas kekuasaan dan kewenangan yang dimiliki untuk mengubah struktur penguasan lahan. Dibutuhkan visi kebangsaan yang mengguatkan pendekatan inklusif. Land reform by leverage salah satu solusi yang harus ditempuh ketika Negara tidak bisa memenuhi aspirasi dan dinamika sosial yang terus berkembang. Jika diserahkan pada pasar maka hukum rimba yang berjalan. (Ismatul Hakim dan Lukas R Wibowo (ed), 2014: 53)

Tim KLHSdi isi oleh para ahli independen termasuk pakar lingkungan dan tata ruang dan hukum. Merujuk SK kementerian,tugas tim KLHSadalah mengkaji kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, perkiraan mengenai dampak dan risiko lingkungan hidup, kinerja layanan/ jasa ekosistem, efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim dan tingkat ketahanan, dan potensi keanekaragaman hayati.

Menteri Siti[5] Nurbayasudah meminta tim KLHS bekerja lebih cepat. Dalam waktu tiga minggu sejak rapat 14 Desember, Nurbaya meminta tim membuat kajian ekonomis, ekologis, dan kewilayahan CAT yang disebut-sebut dalam putusan tersebut

Catatan itu akan dijadikan bahan dalam perbaikan, sehingga semua bisa menjawab yang dipersoalkan, katanya.

Stuart Hall menyatakan apa yang menjadi hasil dari pertarungan antara hubungan hubungan atau kekuatan kekuatan yang saling bertading satu sama lain bukanlah merupakan takdir, sudah diketahui sebelumnya, dan dapat diramalkan. Segala sesuatunya bergantung pada praktik sosial dengan mana pertarungan atau perjuangan tertentu berlangsung. ((Ismatul Hakim dan Lukas R Wibowo (ed), 2014: 108)

Hingga pada akhirnya perjuangan belum selesai. Addendum nada sumbang dalam simpony bethoven yang sering dijadikan rujukan oleh pemusik pemusik piawai di jagat raya. Jika bethoven dapat menghipnotis segala penjuru dunia dengan kejelian melakukan improvisasi dalam bidang musik, tidak berlaku pada kesempatan pada Addendum untuk PT. Semen melakukan re-amdal-isasi. Menjadi sulap di negeri dongeng bernama Indonesia. Apa betul rakyat disuruh melakukan simulasi hukum formal kembali dengan hasil yang sama. (Mufti/Lesen)

 

DAFTAR PUSTAKA

Internet

http://crcs.ugm.ac.id/news/10123/ekologi-adat-kendeng-bergerak-untuk-keadilan-ibu-bumi.html

https://tirto.id/upaya-ganjar-mengamankan-semen-rembang-ceBE

607.198 Warga Terdampak Pabrik Semen di Kabupaten Rembang murianews.com diakses tanggal 27 Januari 2017.

http://www.ppmn.or.id/id/microsite/item/96-kartini-penyelamat-mata-air-rembang-bag-2

Buku

Hakim, Ismatul dan Lukas R. Weibowo (ed), Hutan untuk Rakyat ; Jalan Terjal Reforma Agraria di Sektor Kehutanan .Yogyakarta, LKIS: 2014.

Keraf, Sony, Filsafat Lingkungan Hidup alam Sebagai Sebuah Sistem Kehidupan, (Yogyakarta, Kanisius: 2016)

Film

Samin VS Samin produksi Watchdoc Image.