Gus Makmum : Khilafah Persoalan Klasik di Masyarakat

0
129
Makmun Rasyid (mengenakan pakaian koko putih) berpose bersama peserta diskusi di Gedung PWNU Jawa Tengah, Jumat (3/3) (sumber foto : FB Syarifudin Fahmi )
Makmun Rasyid (mengenakan pakaian koko putih) befoto bersama peserta diskusi di Gedung PWNU Jawa Tengah, Jumat (3/3) (sumber foto : FB Syarifudin Fahmi )

[SEMARANG] Perbincangan malam itu di ruang pertemuan berukuran 5cm x 7cm. Diskusi yang di mulai sebelum adzan maghrib yang di ikuti hanya 15 orang yang hadir saat itu termasuk dengan kedua narasumber.

Dua narasumber, Makmun Rasyid penulis buku Hizbut Tahrir Indonesia Gagal Paham Khilafah dan Abdul Wahhab anggota LDNU PBNU berkunjung ke Kantor PWNU Jawa Tengah, Jumat (3/3) sore.

“Saya mampir (ke PWNU) karena besok mengisi acara diskusi dan debat buku di esok hari, namun sebelum acara esok dimulai. Silaturahmi ke sini dahulu sembari sedikit mengulas dari hasil karyanya tersebut,” tuturnya sambil melempar tawa.

Gus Makmum sapaan akrab Makmun Rasyid, memaparkan satu persoalan klasik yang sampai saat ini masih kontroversial di tengah masyarakat, khususnya umat Islam adalah tentang pembentukan suatu sistem pemerintahan atau negara yang berlandaskan pada ke-Islaman. Pergolakan ini tidak bisa dilepaskan dari sebuah perdebatan seputar agama dan negara.

Dari perjalanan sejarah Islam sendiri, hadirnya Nabi Muhammad di bumi untuk membawa sebuah rahmat bagi seluruh alam semesta, maka demikian juga dengan cita-cita yang Islam bawa, yakni bisa memberikan sebuah manfaat bagi seluruh umat manusia.

“Saya dalam membuat karyanya ini terinspirasi dari kegelisahan atas pemikiran dan pandangan yang dibangun dan berkembang di kalangan Hizbut Tahrir Indonesia yang dikhawatirkan akan membawa sebuah dampak kekerasan di kemudian hari, jika konsep ini tetap dipaksakan dan diterapkan di Negeri Bhineka ini,” tutur mahasiswa STIQ Kulliyatul Hikam.

Pria kelahiran asal Medan menuturkan, munculnya truth claim dalam tubuh masyarakat. Akan menyulut sebuah api kekerasan di antara pemeluk agama, bahkan di dalam tubuh Islam sendiri karena tidak adanya keterpaduan atau satu komando di dalamnya. (FA/YA)

 

Bagian 1 : Khilfah Persoalan Klasik di Masyarakat

Bagian 2 : Satu Tubuh Beda Ideologi