Kejujuran Jalan Melawan Kekerasan

0
183

Film ini diprodusi oleh Cecelia Peck salah seorang produser film, sutradara, dan juga seorang aktris di USA. Di dalamnya ia mengangkat kisah nyata perjalanan seorang Miss World 1998. Adegan demi adegannya diputar ketika memperingati Hari Perempuan Internasional dengan durasi 90 menit yang dirilis pada tahun 2013.

Memaparkan tentang seorang wanita yang bangkit dari keterpurukan telah dialaminya untuk menuntut akan sebuah keadilan. Dialah Linor Abargil, seorang peserta asal Israel yang masih berusia 18 tahun itu mengikuti ajang kecantikan bergengsi di dunia bernama Miss World di tahun 1998. Padahal enam minggu sebelum melangkahkan kaki di babak final, hal naas dialami olehnya.

Pada bulan September 1998, ia mendapatkan telepon dari managernya untuk urusan modeling di Milan, Italia. Namun di bulan Oktober Linor meminta izin pulang ke Israel sekaligus memintanya untuk mencarikan tiket karena rindu dengan ibunya.

Bukannya hal menyenangkan yang ia dapat, justru trauma yang mendalam yang ia rasakan pada malam itu. Uri Schlomo Nur, seorang agen perjalanan yang hendak mengantarkannya ke stasiun dengan cepat justru mengambil jalan dengan rute jauh. Ia membawa Linor melewati hutan yang kemudian memperkosanya di dalam mobil.

Tak hanya itu saja, pria yang juga berdarah Israel tersebut membekapnya hingga menusuk perut Linor dengan beberapa kali tusukan. Setelah kejadian itu usai, Uri schlomo Nur mengajak Linor berkeliling Milan.

Sesegera kejadian itu Linor segera menghubungi ibunya dan menceritkan kejadian yang telah dialaminya selama di Milan. Sang ibu tak tinggal diam mendengar pengakuan pahit putrinya tersebut, dia mengajak Linor untuk melakukan visum, tes DNA, dan kemudian melaporkan Uri schlomo Nur di kepolisian Roma.

Meskipun Linor menjadi finalis dalam ajang Miss World. Dia masih sangat terpukul atas kejadian yang tela menimpanya. Selama dua bulan ia depresi dan mengurung diri di kamar, dia takut untuk keluar ruma ataupun bertatap muka dengan orang lain.

Bangun dan Lawan

Dalam film berjudul Brave Miss World ia memberanikan diri untuk mencari sebuah keadilan. Berdalih memanfaatkan pamornya sebagai finalis Miss World dengan membuat berita acara bahwa Uri schlomo Nur telah melakukan pemerkosaan terhadapnya.

Namun hal tersebut tidak sebuah yang dia bayangkan. Uri Schlomo Nur justru menuntut balik Linor karena sudah mencemarkan nama baiknya dengan berita perkosaan yang dilakukan olehnya. Dia mengatakan bahwa Linor hanya ingin mencari sensasi saja agar terus disoroti oleh publik.

Perjuangan Linor dalam mencari keadilan tak gentarnya. Dia menelusuri korban-korban perkosaan yang sama dialami olehnya, bahkan lebih keji darinya. Alhasil, Linor banyak menemukan kasus-kasus pemerkosaan di Israel. Bahkan kabar mengejutkan ia dapat dari Afrika Selatan, bahwa negara tersebut menjadi pusat pemerkosaan di dunia. Setiap tiga menitnya terjadi kasus pemerkosaan di berbagai penjuru Afrika Selatan.

Hal ini yang membuat tekad Linor semakin memuncak dalam mencari sebuah arti keadilan. Ia memutuskan untuk membuat website yang berisikan suara keadilan bagi para korban pelecehan seksual. Tak jarang hampir setiap harinya ia mendapatkan telepon dari para korban perkosaan tersebut.

Linor selalu menyempatkan waktunya untuk menemui dan berbincang langsung dengan para korban, karena dia beranggapan bahwa kasus perkosaan tidak hanya menyisakan kepedihan yang mendalam bagi korban, namun juga bagi sanak keluarga korban dan orang terdekatnya.

Menjadi seorang ibu bagi gadis korban kekerasan seksual tidaklah mudah, ujar ibu Linor. Dalam kepedihannya sendiri, ia harus tampak tegar dan selalu memberi dukungan di depan putriya.

Begitu juga sang ayah, melaporkan peristiwa itu tidaklah mudah, karena dalam prosesnya banyak pertanyaan yang menyudutkan korban karena tidak adanya saksi mata, ujang sang ayah.

Atas kegigihan Linor dalam mencari sebuah dukungan baik dari pihak keluarga dan para korban yang mengalami kejadian sama dengannya, alhasil Uri schlomo Nur diseret dan mendekam di balik dinginnya jeruji besi. Kini Linor menjadi aktivis perempuan dan membuat gerakan bernama IAMBRAVE yang menjadi rumah bagi korban kekerasan seksual. (YAQIN/LESEN)