Dari Lintas Agama untuk Bu Patmi

0
161
Penyalaan lilin sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan warga Kendeng dalam acara "Doa Lintas Agama Untuk Bu Patmi" Kamis, (24/03) malam. (dok.Justisia/Syaifur)
Penyalaan lilin sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan warga Kendeng dalam acara “Doa Lintas Agama Untuk Bu Patmi” Kamis, (24/03) malam. (dok.Justisia/Syaifur)

 

Aksi doa lintas agama yang bertempat di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (23/03) malam diinisiasi oleh Paguyban Lintas Iman (Pelita) Setiawan Budi untuk mendoakan Bu Patmi (48) yang meninggal pada selasa (21/03) di Jakarta

Acara tersebut juga mendoakan para pejuang Kendeng yang menolak pendirian pabrik semen di Rembang dengan melakukan aksi cor kaki didepan Istana Kepresidenan Jakarta.

Patmi merupakan salah satu anggota yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPKK). Ia meninggal disebabkan kelelahan.

“Salah satu kartini kita sudah ada yang gugur satu dalam memperjuangkan haknya, itu tidak menjadi alasan untuk menyerah. Justru sebagai penyemangat dalam menyuarakan aspirasi ke pemerintah, kartini gugur satu akan tumbuh kartini-kartini yang lain untuk memperjuangkan haknya yang telah dirampas pemerintah,” ucap pria yang akrab disapa Wawan

Setiawan Budi mengatakan Bu Patmi berjuang tidak untuk haknya semata, namun memperjuangkan kelestarian lingkungannya, memperjuangkan alamnya, memperjuangkan sesamnya di sekitar pegunungan kendeng

Acara doa lintas iman yang dihadiri dari lintas agama, buruh, dan mahasiswa se Semarang. Salah satunya mahasiswa asal Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.

“Doa antar lintas agama kali ini sangat bagus, sebagai alat pemersatu antar agama, juga mendoakan kepada bu patmi dan pejuang kendeng yang saat ini berada di Jakarta dengan melakukan aksi cor kaki,” tutur Nabila.

Pemerintah Lebih Peka

Tugas pemerintah tidak hanya merumuskan kebijakan yang berlaku namun mendengarkan aspirasi dari masyarakat mengenai segala hal tak terkecuali tentang kelestarian di Pegunungan Kendeng.

“Pemerintah harus lebih membuka pintu hatinya dalam merumuskan kebijakan harus memperhatikan kepentingan masyarakat tidak hanya memprioritaskan diri semata, apalagi dalam masalah kelestarian lingkungan harus benar-benar diperhatikan,” ucap Koordinator Aksi.

Investasi PT. Semen Indonesia juga perlu ditinjau kembali oleh pemerintah karena akan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar.

“Pemerintah jangan hanya memperhatikan soal investasi belakan namun harus memperhatikan efek kebijkan yang mereka ambil apakah berdampak baik apa buruk, karena tugas pemerintah adalah melindungi hak rakyatnya,” pungkas pria asal Semarang. (SYAIFUR/LESEN)