(sumber ilustrasi : tokopedia.com)

 

(sumber ilustrasi : tokopedia.com)

Judul Buku : Menjual Diri

Penulis : Prie GS

Penerbit : Cipta Prima Nusantara

Tahun Terbit : Cipta Prima Nusantara, Desember 2016

Isi : xvi+144 hlm; 15×23 cm

ISBN : 978-602-8054-91-1

Resentator : JAEDIN

 

Kecerdasan benar-benar mengubah rezeki. Sulit saya bayangkan kalau saya tidak cerdas. Bahkan untuk mendapatkan istri saya pun susah sekali.

Itulah pernyataan Prie GS dalam bukunya yang berjudul Menjual Diri buku tersebut menggambarkan beberapa langkah untuk mencapai kecerdasan baik dalam intelektual, emosional, dan spiritual. Ketiga langkah tersebut bisa menjadikan manusia pintar, menyenangkan, serta mulia diahadapan manusia lainnya.

Prie GS menuliskan beberapa pengalamannya dalam buku ini, mulai dari proses meningkatkan spiritual dengan cara membaca. Dia membaca buku apap pun. Namun dia mengawali membaca dari bidang sastra, kemudian filsafat, politik, dan ekonomi. Dia juga menyayangkan keterlambatan membaca buku karena keterbatasan uang.

Buku ini terdiri beberapa pembahasan, Pengantar, Cerdas, Kaya Raya, Mulia !, Serambi Kecerdasan, Serambi Kecerdasan Intelektual, Serambi Kecerdasan Emosional, Serambi Kecerdasan Spiritual, Tiga kecerdasan Bersatu. Semua dari bab ini ada sub-sub bahasannya sendiri.

Dalam menigkatkan spiritual, contohnya dalam Bab Pertama, Prie GS seorang budayawan nasional menyatakan pentingnya manusia dalam meningkatkan kecerdasan intektual. Yaitu dengan membaca (reading habit), ini yang akan menjadikan sumber kemakmuran bangsa, (2016: 26). Manusia akan bertambah wawasanya dan pengetahuannya dalam membaca pepatah mengatakan membaca adalah jendela dunia. Ghiroh dalam persaingan dunia akan menjadi tumbuh ketika sesorang sering membaca.

Kecerdasan intelektual belum cukup, langkah yang selanjutnya mencerdaskan emosional, juga perlu untuk ditingkatkan. Masih merujuk tokoh yang sama, Prie GS mejelaskan kecerdasan emosional yaitu berada dalam dada tepatnya dalam prasaan kita. Dengan mengontrol prasaan supaya tingkah laku manusia menjadikan manusia seabagai pemiliknya plastis dan menyenangkan, senang ketika orang yang melihatnya, (2016: 26)

Setelah cerdas intelektuan dan spiritual. Langkah yang trakhir kecerdasan spiritual, berbicara soal nilai. Tidak semua manusia itu luwes dan anggun. Tidak semua yang anggun itu berwatak mulia. Bisa saja menipu, dan tidak semua manusia yang pintar itu menyenangkan. Maka disinilah pentingnya kecerdasan spiritual. Untuk melengkapi unsur-unsur dalam diri manusia menjadi lebih mulia. Bukan hanya pintar dan anggun dihadapan orang, mulia lah yang menjadi manusia lebih terhormat. Contohnya kecerdasan spiritual ketika sudah mendalam, tersenyum saja semua yang ada di sekitarnya akan mengerti dan menangkap maknanya. (2016:75).

Itulah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas diri kita, versi Prie GS. Buku ini sangat lugas, inspiratif, dan renyah untuk dibaca. Melalui pengalamannya berjuang untuk hidup. Tentu tulisan ini hanyalah sekelumit kecil dari isi yang tedapat dalam buku ini. Masih banyak hal-hal yang penting dan menarik untuk dibaca.

Namun buku ini juga masih terdapat kekurangan menurut hemat saya, Prie GS hanya menuliskan pengalamannya, murni dari experience-nya tidak melibatkan referensi yang lebih berbobot. Contonhnya mengutip dari karya tokoh lain, supaya isi buku menjadi lebih menarik dan berbobot.