Pentingnya Gerakan Perempuan dalam Pembangunan Bangsa

0
143
img-20161026-wa0002
Anis Fitria dan Siti Rofi’ah saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Nahdlotun Nisa’ dalam Pembangunan Bangsa di Audit 1 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang, Selasa (25/10/2016) (dok: Asya)

Semarang-Unit Kegatan Mahasiswa (UKM) Fosia (Forum Silaturrahmi An-Nisa) UIN Walisongo menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Nahdlotun Nisa dalam Pembangunan Bangsa”, di Auditorium I Kampus I UIN Walisongo Semarang, Selasa (25/10/2016).

Narasumber pada seminar tersebut Siti Rofiah dan Anisa Fitriya. Keduanya menyampaikan betapa pentingnya perempuan untuk selalu bergerak dan hidup setara dengan laki-laki. Hal itu juga berlaku untuk perempuan nahdliyyin.

“Historiografi perempuan hingga saat ini masih di dalam wacana pinggiran. Wacana gender dan feminisme sebenarnya sudah mencapai antiklimaks. Tapi sekarang mulai layu dan orang-orang kembali mempertanyakan apa urgensi membahas perjuangan gender. Inilah tugas kita untuk menjunjung tinggi keadilan. Jangan membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, perjuangan ini tidak boleh berhenti,” ujar Siti Rofiah.

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum menambahkan bahwa gerakan-gerakan yang dapat dilakukan perempuan dalam kampus tidak melulu soal demo. Menulis dan berusaha untuk tidak melanggar aturan kampus sudah cukup untuk menggambarkan gerakan positif.

Peserta berharap acara ini dapat memotivasi perempuan untuk beperan dalam pembangunan.

“Harapan saya seharusnya perempuan harus selalu berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Andaikan sekadar menjadi Ibu rumah tangga, setidaknya kita harus melakukan hal-hal bermanfaat. Seperti halnya Asma Nadia yang senantiasa menulis,” tutur Khoir (17), salah satu peserta seminar. (j/VI/BU)