sumber ilustrasi : FB: Bem Fst Uin Walisongo
sumber ilustrasi : FB: Bem Fst Uin Walisongo
sumber ilustrasi : FB: Bem Fst Uin Walisongo

Civitas akademik Fakultas Sains dan Teknologi (FST) menggagas penghematan penggunaan listrik dilingkungan FST guna mewujudkan Gugusan Green Kampus.

Gerakan yang berawal dari kegelisahan birokrasi dan mahasiswa FST mengenai penggunaan alat elektronik yang berlebihan.

“Melihat banyak realita yang terjadi, ruang-ruang yang setiap hari dipakai mahasiswa atau dosen sering kali tidak dimatikannya barang-barang eletronik seperti kipas, angin, lampu, dan lcd setelah selesai digunakan. Kami membentuk sebuah gerakan kampanye mematikan setelah menggunakan barang eletronik yang bertujuan untuk masa depan,” terang Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) FST Bima Sakti melalui pesan singkat, Minggu (23/10/2015) malam.

Dalam penerapannya, Dema FST akan menempelkan peringatan di atas saklar pada setiap ruangan. “Kami akan pasang peringatan bertuliskan hemat energi matika lampu, kipas, proyektor bila tidak digunakan,” imbuh pria asal Brebes.

Selain kampanye penghematan penggunaan listrik. Fakultas Sains dan Teknologi sudah menggimplementasikan Bank Sampah Walisongo yang dipelopori oleh Ery Santoso mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi.

“Untuk menuju kampus go green. Kami terus mengkampanyekan terkait pemilahan sampah organik dan non organik. Karena dilingkungan (kampus, red) kita masih manual karena belum mendaur ulang sampah,” jelas pria alumnus SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu, Brebes.

Kampanye ini diharapkan dapat menjadi inisiatif untuk mewujudkan kampus yang go green yang diikuti oleh fakultas lain.

“Mewujudkan UIN bernuasa ramah lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu fakultas saja,” tukas mahasiswa semester 7 Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi FST Rizka Oktaviani menyetujui atas gagasan tersebut guna menjadikan kampus bersih, aman dan nyaman.

“Dalam melakukan kegiatan di kampus konservasi akan lebih nyaman. Sebutan untuk UIN adalah kampus hijau, bukan hanya sebutan saja,” kata wanita asal Jepara.

Senada dengan Rizka, Miftahul Wahyu salah satu mahasiswa Jurusan Biologi FST mengapresiasi gerakan tersebut agar segera diimplementasikan secara bertahap. “Gagasan yang bagus untuk diimplementasikan di kampus yang bervisikan kemanusian dan peradaban. Gagasan ini jangan menjadi isu saja. Harus segera di implementasikan secara bertahap dan di koordinasikan dengan elemen-elemen mahasiswa,” tukasnya. (j/RL/MD)